Pecel Mbak Ijah dan Asa ke Tanah Suci

Walijah (46), pedagang pecel lontong, melayani pembeli di kediamannya, di Desa Bangunan, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Rabu (8/3/2017). Dari jualan pecel lontong itu, Walijah mengumpulkan uang untuk biaya naik haji. LAMPUNG POST/ARMANSYAH

WANITA berkaus hitam itu sibuk menggerus pecel lontong di kediamannya di Desa Bangunan, Kecamatan Palas, Lampung Selatan. Dengan ligat, satu per satu bahan-bahannya ia masukkan, mulai dari kacang goreng hingga sayur-mayur.
Hanya butuh waktu 3—4 menit pecel lontong itu sudah siap ia hidangkan kepada pembelinya. "Silakan dimakan pecelnya, Mas. Kalau ada yang kurang, bilang saja ya," ujar Walijah, pedagang pecel lontong, Rabu (8/3/2017).
Walijah yang kini menginjak usia 46 tahun itu, setiap hari berjualan pecel lontong di rumahnya. Dengan modal sedikit, ia membuka usaha kecil-kecilan tersebut. Tidak begitu banyak yang dikumpulkan Walijah dalam mengais rejeki.
Namun, bagi Mbak Ijah, begitu disapa, mampu memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Dari pecel lontong dari olahan kedua tangannya, ia bisa membantu suaminya yang hanya bekerja mencari nafkah serabutan.
Menurut Mbak Ijah, peminat pecel lontong terbilang ramai ketika jam istirahat kerja. Pembeli pecel lontong miliknya merupakan kalangan pegawai tingkat kecamatan. Sebelum tiba waktu zuhur, warung pecelnya sudah mulai ramai.
Dari berjualan pecel lontong seharga Rp6.000 itu, Mbak Ijah mampu mengumpulkan uang sebesar Rp300 ribu—Rp400 ribu per hari. Berjualan pecel lontong, bagi Mbak Walijah adalah pekerjaan yang mulia dan halal.
"Ya, lumayanlah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meskipun hanya jualan pecel lontong, yang penting halal. Makanan murah, tetapi perut bisa kenyang," kata dia, yang telah lima tahun berjualan.
Penghasilan dari jualan pecel lontong, tidak bisa ditentukan. Banyak dan sedikitnya penghasilan bergantung pada jumlah pembeli. "Agar pembeli tidak lari saya mengutamakan cita rasa pecel lontong yang saya buat."
Mbak Ijah mengaku dari hasil jualan pecel lontong itu juga telah ia tabungkan sebagian dengan harapan bisa terkumpul dan mencukupi untuk melaksanakan ibadah haji. Tanpa ragu, cita-citanya itu ia utarakan sekaligus menutup perbincangannya dengan Lampung Post siang itu.
"Mudah-mudahan dari jualan pecel ini, saya ingin naik haji. Doakan saja duit saya kumpulkan bisa mencukupi biaya naik haji," ujarnya.