Pedagang Bagian Tubuh Satwa Diamankan di Pasar Bengkunat

Sejumlah bagian tubuh satwa yang diperdagangkan oleh warga Bengkulu di Pasar Senin diamankan Polsek Bengkunat, Selasa (7/3/2017). (Foto:Lampost/Deta Citrawan)

KRUI--Kepolisian Sektor (Polsek) Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, berhasil meringkus seorang yang diduga telah memperjual belikan bagian tubuh dan kulit dari satwa yang dilindungi, pada Senin (6/3/2017), sekitar pukul 09.30 WIB, di Pasar Senin, Pekon Pagar Bukit, Kecamatan Bengkunat Belimbing, Kabupaten Pesisir Barat.

Kapolres Lampung Barat, AKBP Andy Kemala, melalui Kapolsek Bengkunat, Iptu Hairil Anwar, Selasa (7/3/2017), menjelaskan pelaku atas nama M. Ramadhan (68), yang merupakan warga Desa Anggutdalam, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu berhasil diamankan di lokasi biasanya pelaku menjual bagian dari satwa yang dilindungi tersebut.

"Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 Ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf b dan d UU RI No. 05 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, bahwa setiap orang dilarang untuk menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan kulit, tubuh atau bagian bagian lain satwa yang dilindungi," ujar Hairil.

Kronologis kejadian, Anggota Polsek Bengkunat mendapatkan informasi bahwa di Pasar Senin, Pekon Pagar Bukit terdapat pedagang yang menjual tulang, tengkorak dan kulit satwa yang dilindungi dengan modus sebagai bahan baku untuk minyak urut tradisional, sehingga anggota polsek setempat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti.

Dari tangan tersangka siamankan sejumlah barang bukti, mulai dari tulang, kulit, dan bagian tubuh hewan yang dilindungi seperti harimau, tapir, badak, kijang, beruang, kambing hutan, burung rangkong, buaya dan lainnya.

Menurut Hairil, atas perbuatan tersangka yang telah memperjual belikan bagian tubuh dari satwa yang dilindungi tersebut akan dikenai hukuman penjara 5 tahun dengan denda Rp100 juta.