2012-11-26 13:47:00
Pedagang Tradisonal di Lampung Mulai Menjual Daging Sapi

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Para pedagang daging sapi di pasar tradisional di Bandarlampung mulai menjual daging sapi lokal bersama daging sapi hasil penggemukan, sementara harga daging sapi sekarang mencapai Rp85.000/kg atau jauh lebih tinggi dibandingkan harganya normalnya sekitar Rp65.000- Rp70.000/kg.

Berdasarkan pantauan di salah satu pasar tradisional utama di Bandarlampung, yakni Pasar Gudang Lelang, Senin (26-11), minat warga membeli daging sapi juga berkurang sehubungan harganya masih tinggi sehingga mereka mengalihkan kebutuhan akan lauk pauk dengan membeli ikan atau daging ayam.

Harga daging ayam masih nisbi stabil, yakni Rp23.000-Rp25.000/kg untuk ayam potong, sedang harga ayam kampung berkisar Rp50.000- Rp65.000/ekor. Volume daging sapi yang dijual di pasar itu juga berkurang dibandingkan sebelumnya, karena pasokannya juga terbatas dan jumlah pembeli juga berkurang.

"Sekarang yang kita jual adalah daging sapi lokal, bukan daging impor," ucap salah satu pedagang setempat.

Beberapa pengunjung Pasa Gudang Lelang juga menyebutkan mereka kini lebih suka membeli daging ayam atau ikan, karena harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan harga daging sapi.

"Harga ikan sekarang tergolong murah, mutunya bagus dan pasokannya banyak. Sekarang kan lagi musim banyak ikan," kata Duan, salah satu pengunjung pasar setempat.

Harga ikan di pasar itu berkisar Rp25.000-Rp65.000/kg, seperti teri Rp25.000/kg, udang berkisar Rp45.000-Rp70.000/kg, kakap merah Rp35.000/kg, kakap putih Rp30.000/kg, bawal putih Rp45.000/kg, bawal hitam p30.000/kg, tenggiri Rp65.000/kg, salem Rp30.000/kg, rajungan Rp45.000/kg, selar Rp30.000/kg, kembung sate Rp35.000/kg, ekor kuning Rp30.000/kg dan kakap Rp25.000/kg.

Sementara harga ayam potong umumnya Rp25.000/kg dan ayam kampung berkisar Rp45.000- Rp65.000/kg. Dalam dua minggu terakhir, harga daging sapi di Bandarlampung juga ikut melambung seperti halnya di Jawa, padahal Lampung adalah tempat utama penggemukan sapi-sapi impor di Indonesia.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Setiato menuturkan, stok sapi di sejumlah lokasi penggemukan sapi di Provinsi Lampung mencapai 40 ribu ekor atau dapat mencukupi kebutuhan masyarakat
selama empat bulan hingga Maret 2013.

Ia mengatakan, apabila hingga Januari 2013 stok telah menipis, Provinsi Lampung akan meminta tambahan kuota dari Kementerian Pertanian. "Jika stok dikandang tinggal 25 persen, kami akan meminta tambahan kuota ke
kementerian," ujarnya.

Terkait stok sapi lokal, Setiato menjelaskan saat ini populasinya cukup banyak mencapai puluhan ribuan ekor, sedang yang berada di pengumpul/pedagang mencapai sekitar 2.300 ekor.

Peternak atau petani di Lampung lanjut dia, saat ini rata-rata memiliki dua hingga empat ekor sapi, tetapi mereka tidak mau menjualnya.

Sementara terkait naiknya harga daging sapi, Setiato belum mengetahui secara pasti mengingat kenaikan itu terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

"Saya tidak tahu apakah ada permainan pedagang besar, sehingga harga daging naik," tukasnya. (ANT/L-4) Foto: antara

komentar facebook