Pelaku Utama Kerusuhan Gunungterang Ditangkap

Tersangka Irawan Tato (30), pelaku utama kerusuhan di kawasan Register 44 Gunungterang ditangkap di Kampung Kayuagung, Kecamatan Pagaralam Utara, Kotamadya Pagaralam, Sumatera Selatan , Senin (9/1/2017). Lampung Post/Fendi Irwanda

MENGGALA -- Pelaku utama kerusuhan di kawasan Register 44 Gunungterang ditangkap Tekab 308 Polres Tulangbawang, Senin (9/1/2017). Tersangka Irawan Tato (30), warga Terangagung, Gunungterang ditangkap di Kampung Kayuagung, Kecamatan Pagaralam Utara, Kotamadya Pagaralam, Sumatera Selatan.
Tersangka yang ditetapkan sebagai DPO kerusuhan di kawasan Register 44 Gunungterang pada Jumat (11/3/1016) tersebut mengakibatkan tiga warga tewas dan empat luka-luka dan 1.000-an warga mengungsi. Kasus kerusuhan ini sempat menjadi perhatian pemerintah pusat karena kejadian ini menjadi isu nasional.
Dalam penangkapan tersebut, selain menghadiahkan timah panas di kedua kaki tersangka, pihak kepolisian juga mengamankan satu pucuk senpi rakitan dan satu bilah senjata tajam.
"Irawan Tato ini merupakan tersangka utama dalam kerusahan di Gunungterang. Tersangka ini selalu berpindah-pindah tempat terakhir di bersembunyi di Pagar Alam Utara dan berhasil kita tangkap," ujar Kapolres Tuba, AKBP Agus Wibowo, saat jumpa pers di Mapolres setempat, Rabu (11/1/2017).
Kapolres mengatakan persembunyian tersangka berhasil dilacak dari pengembangan dan informasi masyarakat. Dalam pelariannya DPO tinggal di Kampung Kayuagung, Pagaralam Utara dan bekerja menjadi penjual gorengan. "Selain tersangka utama ini, kita juga sedang memburu sejumlah tersangka lain dan masih berstatus DPO," kata Kapolres.
Kapolres mengatakan total keseluruhan tersangka pada kerusuhan Gunungterang tersebut berjumlah 21 orang dan 7 orang lainnya sudah diproses hukum atau disidang. "Dari keterangan para tersangka lainnya dan para korban, Irawan inilah otak kerusuhannya," kata dia.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tuba AKP Efendi mengatakan tersangka memang sudah lama menjadi DPO Polres Tuba. Dalam penangkapan tersebut anggota sudah memberikan tembakan peringatan ke atas tiga kali. Namun tersangka tidak mengindahkan.
"Pada saat akan dilakukan penangkapan oleh Tekab 308 Polres Tuba yang dipimpin Bripka Muhajirin, tersangka mencoba melarikan diri dan melakukan perlawanan terhadap anggota dengan menggunakan senjata api," katanya.
Karena perlawanan yang dilakukan tersangka membahayakan anggota, terpaksa dilakukan pelumpuham. Dengan tembakan di kaki kiri dan kanannya. "Tersangka dijerat dengan Pasal 340 Subpasal 338 KUHP dengan ancaman pidana mati,"kata dia.