2013-06-14 16:53:00
Pelayanan Disdukcapil Lampung Tengah Lambat

GUNUNGSUGIH (Lampost.co): Lambatnya pelayanan pembuatan akte kelahiran di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lampung Tengah, membuka peluang oknum pegawai dinas untuk merangkap sebagai calo dan mengeruk keuntungan dari masyarakat.

Seperti yang dialami Ponidi, warga Seputihsurabaya, kepada Lampost.co, Jumat (14-6), mengaku jauh-jauh datang ke Disdukcapil untuk mengurus Akta Kelahiran anaknya. Menurut dia, berkas sudah diajukan sejak pertengahan Mei 2013 lalu. Namun hingga kini belum selesai. Saat itu dia mengaku hanya membayar Rp50 ribu.

“Saya sempat ditawari untuk lewat dalam, tetapi biayanya Rp125 ribu. Saya lewat luar saja biar lebih murah. Seorang petugas bilang pada saya kalau lewat depan bakal lama, bisa sampai satu bulan,” kata Ponidi.

Warga Lampung Tengah yang lain, seorang wanita berkerudung yang enggan disebut namanya mengaku sudah membayar Rp60 ribu, tetapi sudah dua pekan Akta yang dimohonkan belum juga selesai.

Hamid, warga Kalirejo, Lampung Tengah, mengaku bisa mendapatkan Akta Kelahiran anaknya dengan cepat karena membayar Rp125 ribu. Menurut dia, oknum pegawai merangkap calo di Disdukcapil bisa mengeruk keuntungan karena jalur biasa sengaja dibuat lambat.

“Kalau jalur biasa sudah cepat, pasti tidak aka nada jalur tak biasa. Kalau jalur tak biasa semakin banyak, jalur yang biasa semakin lama. Biaya jelasnya saja tidak pernah ada keterangan. Ada penggalan perda yang ditempel tapi tak jelas yang mana yang diberlakukan, kok bisa beda-beda,” kata Hamid.

Seorang petugas di ruang Bidang Kependudukan Disdukcapil mengatakan boleh saja lewat jalur biasa, tetapi lama. Kalau mau cepat harus berani bayar agak mahal.

Petugas lainnya yang juga enggan disebut namanya mengatakan banyak warga yang memasukkan berkas lewat sesama pegawai. Tetapi biayanya agak tinggi dengan jaminan lebih cepat jadi. Hal ini menyebabkan berkas-berkas lewat jalur biasa yang sudah masuk sebelumnya tak dapat segera diproses.

“Banyak teman yang bawa mas. Jadi yang biasa jadi lama,” kata petugas tersebut sambil mewanti-wanti untuk tidak disebut nama maupun posisinya saat bertugas.

Pantauan lampung Post, banyak warga yang datang ke ruang Bidang Kependudukan utnuk mengambil Akta harus pulang dengan tangan hampa karena belum jadi. Padahal banyak diantara mereka yang sudah memasukkan berkas sejak dua pekan yang lalu.

Sebelumnya Sekretaris Disdukcapil Lampung Tengah Laksono Ramdan saat ditemui Lampung Post pada awal penerimaan permohonan Akta untuk usia diatas satu tahun mengatakan tidak merasa [perlu mngantisipasi membludaknya permohonan dengan menambah personil. Menurut dia, jika berkas lengkap, maka dalam dua hari Akta sudah jadi. (WAH/L3)

komentar facebook