Pemain Sejati Batu Akik

Perajin batu akik di Krui Gamestone, Pasar Krui, Pesisir Tengah, sedang mengasah batu untuk dibuat cincin sesuai dengan permintaan konsumen. LAMPUNG POST/YON FISOMA

BANDAR LAMPUNG -- Meski bisnis batu akik kian meredup, sampai saat ini masih ada beberapa orang yang tetap melakoninya dengan tekun. Adi Dermawan (39), pemilik Master Crome di Jalan Udang 2, Garuntang, Telukbetung Selatan, masih setia dengan bisnis batu akiknya.
Adi dan rekan-rekan mengakui tetap eksis di tengah kondisi yang surutnya antusias terhadap batu karena sangat hobi dengan batu akik. "Memang pada saat booming semua orang berlomba menekuni batu akik, tapi jika ada yang sampai kini masih bertahan, artinya dialah pemain batu akik sejati," ujar Adi yang juga memiliki outlet di lantai I Plaza Lotus, pekan lalu.
Untuk menyiasati agar batu akik tetap eksis, Adi dan beberapa rekan mengadakan pameran atau kontes. Biasanya ratusan batu dipajang dalam kegiatan itu. Penilaian dilakukan juri profesional yang bertaraf nasional dengan dilihat dari sisi 4 C, yaitu color, clarity, cut, carat atau besaran batu.
Kini pemasaran batu akik pada saat itu cukup beragam, baik menggunakan sistem offline bahkan online. Untuk offline, penjual dan pembeli bisa bertemu menggunakan alat telekomunikasi seperti ponsel, rekomendasi rekan ataupun bisa datang langsung ke outlet.
Untuk sistem online, secara pribadi, penggiat hobi batu akik bisa memasarkan batunya melalui jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter. Transaksi dilakukan atas kesepakatan kedua pihak untuk bertemu di suatu tempat.
Pencinta batu akik memang didominasi kalangan dewasa sampai lanjut usia. Tak sedikit juga kawula muda yang belajar memahami dan memperdalam batu akik. "Untuk anak muda, mereka kebanyakan lebih suka batu bungur, safir, dan topaz," ujarnya.
Dia juga memberi sedikit tips bagi para pemula untuk mengetahui asli tidaknya batu akik. Salah satunya dengan mengunjungi laboratorium yang berada salah satu pusat pertokoan di Bandar Lampung. Dari situ bisa melihat tekstur, mineral seperti serat, bentukan, dan karakteristik. "Tapi kalau yang sudah paham tidak perlu mengecek lagi, kasatmata saja sudah tahu harga dan tingkatan batu itu seberapa," kata dia.

Dukungan Pemerintah
Pihaknya berharap pemerintah dapat turun tangan dalam mengantisipasi penurunan minat batu akik. Sebab, dengan adanya demam batu akik, masyarakat dapat meluangkan waktu kosongnya untuk mencari nafkah.
"Karena batu akik bisa mengurangi pengangguran, kemiskinan, dan mengurangi angka kejahatan," kata dia.
Ketika batu akik sedang naik daun, semua masyarakat berbagai kalangan turut ambil bagian untuk berbisnis batu akik. Angka kejahatan pun menurun. "Mereka ada yang jual batu, amplas batu, bahkan sampai malam mereka masih lakukan itu. Semalam suntuk batu akik menjadi pokok bahasan saat berkumpul bersama kolega dan rekan-rekan," ujarnya.
Untuk menjaga euforia batu akik, HPPI terus mengadakan berbagai event seperti kontes batu akik, khususnya di Lampung.