2012-11-26 10:23:00
Pembatasan BBM Subsidi Dicabut

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Setelah muncul kelangkaan di sejumlah daerah, PT Pertamina akhirnya mencabut kebijakan pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi (BBM) terhitung sejak Minggu (25-11).

Pencabutan pembatasan BBM bersubsidi dilakukan menyusul munculnya kerawanan sosial yang dikhawatirkan akan mengganggu kepentingan nasional yang lebih besar.

"Dengan memperhatikan perkembangan situasi sosial di daerah-daerah dan mempertimbangkan kepentingan nasional yang lebih besar, Pertamina menyetop pengendalian pasokan BBM sambil menunggu arahan dari pemerintah selanjutnya," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir, kemarin.

Menurut Ali, keputusan ini diambil mengingat pembatasan BBM bersubsidi berdampak pada banyaknya antrean BBM di beberapa tempat. Untuk itu, Pertamina akan menyalurkan BBM bersubsidi sesuai kebutuhan masyarakat.

"Kemarin sudah kami uji coba distribusikan sesuai kuota. Jadi, kalau jatahnya sudah habis pada hari itu, ya tidak ditambah, tetapi antrean terjadi di mana-mana. Dengan mempertimbangkan potensi kerawanan tersebut, kami putuskan untuk mendistribusikan BBM sesuai kebutuhan masyarakat," kata dia.

Pertamina di Lampung juga akan mengikuti aturan tersebut dengan melakukan penyesuaian. "Kami akan ikut menyesuaikan," ujar Sales Area Manager Pertamina Wilayah Lampung-Bengkulu Umar Chatib melalui pesan pendeknya, kemarin.

Menurut Umar, tambahan pasokan solar untuk Lampung sudah dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Sementara untuk premium, stok Lampung masih mencukupi hingga 31 Desember 2012. Sebelumnya, Lampung mendapat kuota solar subsidi sebanyak 500.933 kiloliter (kl).

Hingga akhir Oktober 2012, sisa solar subsidi tersebut tersisa 56 ribu kl untuk pemenuhan hingga akhir tahun. Oleh karena itu, Pertamina mengurangi pasokan dari kondisi rata-rata normal 1.400 kl—14.500 kl menjadi 1.100 kl—1.200 kl per hari.

Pengurangan kuota tersebut menyebabkan sejumlah SPBU kehabisan solar sehingga terjadi antrean kendaraan. Namun, dengan adanya aturan baru ini, pasokan solar kembali ditambah ke posisi rata-rata (normal).

Sebelumnya, Pertamina menerapkan pengitiran BBM bersubsidi sesuai dengan amanat pemerintah melalui Surat Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi tanggal 7 November 2012 perihal Pengendalian Distribusi Sisa Kuota BBM Bersubsidi 2012, yaitu pengendalian distribusi BBM bersubsidi sesuai sisa kuota dibagi jumlah hari tersisa hingga akhir tahun.

Pengitiran tersebut ditujukan untuk menjaga agar kuota yang telah ditetapkan pemerintah dan DPR dalam APBNP 2012 sebesar 44,04 juta kl tidak terlampaui.

Normalisasi pendistribusian BBM tidak lepas dari merebaknya keresahan di kalangan masyarakat di berbagai daerah. Pertamina tetap akan mengupayakan seoptimal mungkin untuk menjaga agar pendistribusian BBM bersubsidi tepat sasaran dan bekerja sama dengan aparat untuk memastikan penyaluran dapat berjalan lancar. (SAG/R-4)

komentar facebook