2013-06-06 20:40:00
Pemerintah Abai Pembangunan Pertanian

BANJARMASIN (Lampost.Co): Pemerintah dinilai kurang memperhatikan pembangunan infrastruktur pertanian, sehingga menghambat perkembangan sektor pertanian di daerah. Hal itu dikemukakan Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kalimantan Selatan (Kalsel) Muharam di Banjarmasin, Kamis (6/6). "Pemerintah kurang memperhatikan infrastruktur pertanian yang saat ini sebagian besar dalam kondisi rusak. Hal ini berpengaruh pada perkembangan sektor pertanian di daerah," katanya.

Menurutnya, banyak infrastruktur pertanian berupa saluran irigasi, jalan pertanian dan infrastruktur penunjang pertanian lainnya tidak mendapat perhatian pemerintah. Sebagai contoh pembangunan jaringan irigasi Riam Kanan, Kabupaten Banjar, yang semula untuk mengairi 28.000 hektare (ha) areal persawahan, kenyataannya yang terairi hanya 5.000 ha, itupun harus berebut dengan pemanfaatan lain seperti PDAM dan perikanan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalsel Martinus mengatakan diperlukan dana sekitar Rp3 triliun memperbaiki dan membangun sejumlah infrastruktur, termasuk infrastruktur pertanian. Instansi itu menargetkan penyelesaikan perbaikan dan pembangunan sejumlah proyek infrasruktur berupa jalan, jembatan dan jaringan irigasi pada 2015. MTVN/U-4

komentar facebook