2013-02-05 06:45:00
Pemerintah Minta PTN Hapus Uang Pangkal

JAKARTA (Lampost.co): Pemerintah meminta seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) meniadakan uang pangkal untuk perkuliahan tahun ajaran baru 2013. Itu karena pemerintah sudah menaikkan anggaran bantuan operasional PTN (BOPTN) menjadi Rp2,7 triliun dari sebelumnya (2012) Rp1,5 triliun.

"Anggaran BOPTN 2013 meningkat hampir dua kali lipat. Maka, kami meminta uang pangkal masuk mahasiswa baru ditarik," kata Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Djoko Susanto di kantornya, kemarin.

Menurut Djoko, pemberian bantuan bagi 94 PTN seluruh Indonesia itu sesuai dengan amanat UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) No 58 Tahun 2012 tentang BOPTN. Ia mengungkapkan PTN yang sudah melaksanakan amanat itu, yakni meniadakan uang pangkal, ialah Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). "Nanti menyusul ITB dan sejumlah PTN lainnya," tambahnya.

Djoko mengakui pada rapat dengan pimpinan rektor PTN pekan lalu, sebagian sudah setuju. Namun, ada PTN yang masih menghitung biaya per mata program studi. "Sebenarnya dari 2,7 triliun itu sudah kami sampaikan jumlah anggaran yang diterima per PTN. Jadi, nanti bagi yang bingung akan kami berikan surat edarannya," imbuh Djoko yang juga Plt Rektor UI.

UI, misalnya, mendapat Rp220 miliar dan ITB berkisar Rp175 miliar. Ia berharap melalui BOPTN setiap PTN membuat kebijakan anggaran SPP yang terjangkau pula. Saat dihubungi secara terpisah, Rektor ITB Akhmaloka menyatakan pihaknya akan menghapus uang pangkal masuk pada tahun ajaran baru 2013, tetapi masih menghitung biaya per semester mahasiswa.

"Ya, semua PTN memang diimbau menghapus uang pangkal sembari menunggu surat edaran. Kami sedang menyusun sistem baru ini dengan menghitung pengeluaran per semester," kata Akhmaloka.
Hal senada disampaikan Wakil Rektor IPB Yonni Koesmaryono. Menurutnya, IPB masih memproses besarnya biaya pendidikan per semester. Ia berharap Ditjen Dikti Kemendikbud dalam waktu dekat dapat menetapkan petunjuk teknisnya. (MI/L-1)


komentar facebook