2013-07-15 23:30:00
Pemilik Kontainer Ekstasi Dihukum Mati

JAKARTA (Lampost.Co): Fredy Budiman, pemilik kontainer berisi 1,4 juta butir ekstasi, dijatuhi hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Majelis hakim juga mencabut hak komunikasi Fredy dengan melarang penggunaan telepon seluler (ponsel) selama Fredy belum dieksekusi mati. Tiadanya pertobatan terpidana meski sudah berulangkali dijatuhi hukuman, menjadi unsur yang memberatkan.

"Menyatakan, Fredy Budiman bin H Nana Hidayah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana tanpa hak membeli, menjual, tanpa perantara narkotika beratnya melebihi 5 gram seperti dakwaan primer, dengan pidana mati, dan denda sebesar Rp10 miliar," tegas Ketua Majelis Hakim Haswandi di PN Jakarta Barat, Jakarta, Senin (15/7).

Dalam dakwaan, Haswandi menambahkan, Fredy dikenai pidana tambahan berupa pencabutan hak untuk menggunakan alat komunikasi begitu palu vonis hakim diketuk. Untuk hukuman pencabutan hak berponsel ria, kata dia, sifatnya absolut. Artinya, pihak terpidana tak bisa mengajukan tuntutan apapun untuk menganulir. "Kalau tidak, sangat dikhawatirkan terdakwa mengulangi lagi perbuatannya dengan (menggunakan) alat komunikasi," kata Haswandi. Ini, sambungnya, sesuai dengan Pasal 35 UU KUHP soal pencabutan hak-hak terpidana. MTVN/L-2

komentar facebook