Pemkot Metro Gelar Musrenbang Tingkat Kecamatan

Ilustrai musrenbang. lenteraswaralampung.com

METRO -- Pemkot Metro mengawali musrenbang tingkat kecamatan di Kota Metro, Rabu (8/2/2017). Kegiatan dipimpin langsung Wali Kota Ahmad Pairin bersama Wakil Wali Kota Djohan, akan berlangsung hingga 15 Februari 2017.
Wali Kota mejelaskan musrenbang tersebut merupakan yang pertama untuk kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Namun, bukan berarti perencanaan dilaksanakan secara terburu-buru, melainkan secara matang. Masyarakat dibekali informasi pelaksanaan pembangunan tahun 2017 dan Bappeda telah menyusun menu usulan bidang pembangunan.
“Harapannya, dengan diinformasikannya kegiatan pembangunan tahun 2017, tidak ada lagi usulan masuk yang telah dilaksanakan pada tahun berjalan dan masyarakat mengetahui kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan di wilayahnya," kata Wali Kota.
Informasi pembangunan yang diberikan berupa jenis kegiatan, lokasi, volume, dan jumlah anggaran. Adapun terkait menu usulan, format baru ini dibuat untuk memberikan rambu-rambu kepada masyarakat untuk mengajukan usulan sesuai dengan prioritas pembangunan tahun 2018 yang telah disusun. “Strategi ini dibuat untuk mengubah daftar keinginan menjadi daftar kebutuhan.
Masyarakat harus mengetahui apa saja yang menjadi pertimbangan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan, seperti kapasitas keuangan, prioritas pembangunan dan sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah," kata Wakil Wali Kota Djohan.
Dalam kesempatan tersebut juga akan dipaparkan target dan realisasi PBB per Kecamatan se-Kota Metro tahun 2016. Hal ini penting disampaikan kepada masyarakat bahwa PBB menjadi salah satu pos pendapatan yang dapat mengungkit kapasitas keuangan daerah.
Adapun tema pembangunan yang ditetapkan Pemerintah Kota Metro Tahun 2018 adalah “Pembangunan Sumberdaya Manusia dan Infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan” dengan beberapa prioritas. Meningkatkan kualitas pembangunan sumberdaya manusia yang berdaya saing. Meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur yang berwawasan lingkungan. Meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui reformasi birokrasi. Mengembangkan perdagangan, industri, koperasi, dan UKM sebagai upaya peningkatan kapasitas perekonomian daerah. Kemudian mengembangkan pertanian untuk mendukung ketahanan pangan daerah.
Tahun 2018 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kota Metro Tahun 2016-2021. Tahun ketiga menjadi titik awal proses evaluasi kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota terpilih. Untuk itu, Achmad Pairin menegaskan kepada SKPD untuk menyusun perencanaan dengan matang. “Perencanaan baik maka sasaran akan dicapai dengan maksimal."