Pemkot Terus Lanjutkan Tahapan Pembangunan Flyover MBK

Alternatif mengatasi kemacetan jalan di Bandar Lampung adalah dengan dibangunnya flyover, termasuk rencana pembangunan flyover di Jalan Teuku Umar-ZA Pagar Alam (flyover MBK). (Foto:Lampost/Ikhsan DNS)

BANDAR LAMPUNG--Pemerintah Kota Bandar Lampung terus melanjutkan tahapan pembangunan flyover di jalan Teuku Umar hingga jalan Zainal Abidin Pagar Alam (flyover MBK), sekalipun belum mengantungi surat izin dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan (BBPJN) V.
Sekretaris Kota Bandar Lampung, Badri Tamam, mengungkapkan pihaknya telah merampungkan pembayaran ganti rugi ke masyarakat yang terdampak pembangunan flyover dengan nilai mencapai Rp5 juta per meter persegi.
“Sudah bayar bayaran, sudah di pagar, lihat sendiri kan di Unila. Ya Artinya sudah di bayar semua,” kata Badri di Pemkot, Jumat (17/2/2017).

Untuk jumlah warga yang diberikan ganti rugi, Badri mengaku tidak tahu. Sementara itu mengenai pembangunan flyover ditargetkan dimulai April mendatang. “Untuk pembangunannya kan lagi proses, harus dilelang dulu. ya kemungkinan awal april sudah mulai. Mudah-mudahan bisa, karena lebih cepat lebih bagus,” ujarnya.

Pembanguna flyover Teuku Umar-ZA Pagar Alam merupakan yang keenam diera kepemimpinan Wali Kota Herman HN. Anggaran yang disediakan untuk Flyover MBK mencapai kurang lebih Rp50 miliar, dengan spesifikasi panjang 510 meter, dan lebar 12 meter. Mulai dari sesudah kantor PTPN sampai di perguruan tinggi Teknokrat.
Sementara itu Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui BBPJN V, memastikan Pemkot Bandar Lampung baru mengirimkan surat izin terkait perencanaan flyover didepan MBK.

Kasubbag Barang Milik Negara (BMN) BBPJN V, Habibi mengatakan surat masuk dari pemkot hanya mengenai izin perencanaan pembangunan satu flyover. “Ya ada kemarin, mereka sudah kirm. Baru surat perencanaan saja, artinya untuk membangunnya belum ada izin, kita gak tau bisa saja satu atau tiga tahun lagi,” kata Habibi saat dihubungi.