2013-03-03 07:41:00
Penanganan Banjir Harus Terpadu

Pembaca yang budiman, terima kasih atas partisipasi Anda dalam mengikuti jajak pendapat (polling) Lampost.co sejak 1 Februari lalu dengan tema solusi penanganan banjir di Bandar Lampung. Dalam jajak pendapat ini, kami menawarkan 'Menurut Anda, apa solusi banjir Bandar Lampung?

Ada tiga jawaban yang kami pilihkan yakni (A) Membuat kanal banjir (B) Memperdalam dan memperlebar sungai dan (C) Membongkar bangunan yang dibangun di daerah tangkapan air Hasilnya, ada 53 responden yang meminta membongkar bangunan di daerah tangkapan air. Kemudian 30 responden meminta memperdalam dan memperlebar sungai. Sisanya, 21 responden meminta pembuatan kanal banjir.

Jika dilihat komposisi jawaban tersebut, tersirat sebenarnya pembaca ingin penanganan banjir dilakukan terpadu. Hal ini terlihat dari jumlah responden yang tidak terlalu jauh dari ketiga jawaban.

Namun suara mayoritas yang menghendaki pembongkaran bangunan di daerah tangkapan air, rupanya menurut Kepala Dinas Tata Kota (Distako) Bandar Lampung Effendi Yunus, sulit dilakukan. Lampost.co yang mengonfirmasi hasil jajak pendapat ini ke sejumlah pejabat terkait di Kota Bandar Lampung, mengatakan keinginan warga tersebut cukup realistis, namun sulit dilakukan.

Menurut Effendi Yunus, hal ini terkendala karena keengganan pemilik bangunan atau rumah tersebut untuk dilakukan pembongkaran. "Agak susah kalau untuk pembongkaran bangunan atau rumah-rumah di wilayah tangkapan air atau pun dekat pinggiran sungai. Karena juga pemilik lahan pun mematok harga sangat tinggi bila dilakukan pembongkaran," kata Effendi Yunus, Jumat (1-3) di kantornya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung Eddy Heryanto. Dia mengatakan, seharusnya, pembangunan yang berada di wilayah tangkapan air tersebut dilarang. "Ya itu memang sulit, karena wilayah resapan air seperti di Rajabasa dan Sukarame banyak bangunan. Apalagi mereka (pemilik bangunan) sampai saat ini bayar PBB ," kata Eddy, kemarin.

Namun, kedua instansi tersebut sepakat untuk tanggapan responden yang meminta memperdalam dan memperlebar sungai serta meminta pembuatan kanal banjir. "Sebenarnya bukan memperdalam, tapi bisa saja diperlebar. Namun kita harus tetap berkoordinasi dengan satker terkait dan pihak kelurahan serta warga sekitar," kata Effendi Yunus.

Eddy pun menambahkan, untuk mendukung kedua tanggapan responden tersebut, peran warga sekitar sangat penting dilakukan. Saat ini pun, memang banyak bangunan yang berada tak jauh dari bantaran kali (sungai) dan bisa saja diperlebar. "Pihak kelurahan harus mengetahui keberadaan bangunan-bangunan tertentu, kan sekarang banyak bangunan yang berdiri, tapi pihak kelurahan tidak tahu atau tidak terpantau," jelasnya.

Atas nama jajaran redaksi Lampung Post dan Lampost.co kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi Anda. Kami berharap Anda terus mengikuti jajak pendapat yang kami lakukan sebagai bahan masukan bagi lembaga terkait dalam mengambil kebijakan.

Semangat pagi,
Salam sukses....



Amiruddin Sormin
amirudin@lampungpost.co.id

komentar facebook