Penataran Dewan Wasit Forki Masuki Sesi Praktik

Para wasit Juri Pengprov Forki Lampung saat mengikuti paktik penataran wasit, dalam rangka Kejurda Piala Gubernur VI di GOR Saburai, Rabu (28/12/2016). Lampung Post/Asrul Septian Malik

BANDAR LAMPUNG -- Memasuki hari kedua pelaksaan penataran dewan wasit yang akan memimpin Kejuaraan Daerah Karate (Kejurda) Piala Gubenur VI, para dewan wasit mengikuti sesi praktik.
Ketua Umum (Ketum) Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (Forki) Lampung Hannibal mengatakan pada sesi kedua pelaksanaan penataran tersebut, difokuskan pada praktik dalam memipin jalannya pertandingan. Empat hakim dan satu wasit dibantu dengan wasit lainnya yang mengadakan simulasi bertanding. Nantinya, para wasit harus jeli dan mampu mengetahui cara karateka mendapatkan poin, pukulan yang dinyatakan sah, dan kejelian dalam mengambil keputusan.
"Penataran hari kedua ini fokus ke praktik, jadi mereka harus jeli ketika memimpin, mana pukulan yang mendapatkan poin mana yang pelanggaran," paparnya kepada Lampost.co saat ditemui di GOR Saburai, Rabu (28/12/2016).
Hannibal menambahkan pentingnya penataran ini karena karateka merupakan olahraga yang tidak terukur, di mana wasit harus mengambil keputusan yang tepat dan fair, demi terciptanya sportivitas dan tidak ada ego atau kedekatan emosional dengan karateka yang bertanding.
"Ini kan olahraga enggak terukur, jadi wasit harus benar-benar jelih, ambil keputusan yang tepat, kalau kayak atletik atau renang dia tinggal pakai limit waktu, makanya wasit harus fair," kata Kadispora Lampung tersebut.
Diberitakan sebelummya sebanyak 56 wasit mengikuti penataran dan hanya 36 yang terpilih untuk memimpin Kejurda Piala Guberur VI yang dilangsungkan di GOR Saburai pada 29-31 Desember 2016 dan diikuti 608 karateka se-Bumi Ruwai Jurai.