Pencatutan Nama Pejabat Mesuji Marak

Marak aksi penipuan dengan menggunakan nama pejabat di Mesuji. (ILustrasi)

MESUJI--Penipuan dengan modus mencatut nama pejabat marak di Mesuji. Hal itu terungkap dari pengakuan beberapa pejabat di lingkup Pemkab setempat. Salah satunya adalah Kepala Dinas Pendidikan Syamsudin.
Ia mengaku pernah dihubungi melalui ponsel oleh orang yang mengaku sebagai pejabat di Polres Mesuji. “Saya ditelepon, katanya dari Polres Mesuji, saya padahal tahu dan kenal baik semua perwiranya,” kata dia ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/3/2017).

Syamsudin melanjutkan pesan pendek yang diterima pun langsung diteruskan ke pejabat di polres tersebut. “Begitu saya forward pesannya, oleh perwira tersebut langsung dilacak. Ternyata pesan tersebut dikirim dari Pekan Baru."
Dari kejadian itu, ia langsung memerintahkan anak buahnya untuk mewaspadai jika menerima panggilan telepon dengan nomor tidak dikenal dan mengaku sebagai pejabat di satu instansi. Syamsudin juga menerangkan sejumlah kepala sekolah Mesuji terkena tipuan beberapa kali dengan cara tersebut.

“Ada anak buah saya, salah satu kepala sekolah, tiba-tiba, pagi telepon saya. Bilang sudah masuk belum uang transferan. Saya kaget. Lalu saya tanya, ternyata ada orang mengaku sebagai kepala Dinas Pendidikan. Akhirnya, ya hilang uangnya," ujarnya.
Selain itu, ada mantan kepala sekolah yang telah pensiun datang ke kantornya pagi dan mengatakan sejumlah uang telah ditransfer. Setelah ditanya, ternyata ada orang yang mengaku dari Dinas Pendidikan, mengatakan kalau ia mendapat tambahan pensiunan. Tapi harus transfer uang Rp10 juta. “Dari ragkaian kejadian tersebut, saya langsung buat surat ke semua guru dan kepala sekolah untuk tidak meladeni apa pun bentuk penipuan semacam itu,” kata Syamsudin.
Kepala Desa (Kades) Simpangmesuji Supardi hampir tertipu dengan mengatasnamakan modus bantuan. Menurutnya, ada orang mengaku dari Dinas Sosial Mesuji yang akan memberi bantuan dana untuk pembangunan masjid.