Penembakan di Sekolah Prancis, Empat Siswa Terluka

Orang tua Murid berkumpul di luar area SMU Tocqueville di Grasse, Prancis, 16 Maret 2017.

Grasse -- Seorang remaja menembakkan senjata api di sebuah sekolah menengah umum tempatnya bersekolah di Prancis bagian tenggara, Kamis 16 Maret 2017. Aksi yang disebut media lokal terinspirasi dari penembakan massal di Amerika Serikat (AS) ini melukai empat orang.

Insiden di Grasse, yang disebut tidak terkait dengan gerakan militan, terjadi saat Prancis masih berstatus siaga penuh setelah lebih dari 230 orang tewas dibunuh simpatisan kelompok militan Islamic State (ISIS) dua tahun lalu.

"Kami benar-benar panik saat itu," ucap Achraf, seorang murid sekolah, kepada BFM TV. "Penembakan terjadi sekitar 4 hingga 5 meter dari tempat kami berada. Kami berpikir pelaku datang ke arah kami. Kami mendengar dia berteriak," lanjutnya, seperti dikutip Reuters.

Menteri Pendidikan Prancis Najat Vallaud-Belkacem mengunjungi lokasi kejadian SMU Tocqueville di Grasse, kota yang dikenal dengan industri parfum. Dia mengatakan serangan kemungkinan adalah sebuah "aksi gila yang dilakukan seorang pemuda tak stabil yang menyukai senjata api."

"Motivasinya kemungkinan terkait hubungan buruknya dengan siswa lain di sekolah," ujar jaksa Grasse, Fabienne Atzori, kepada awak media.

Dengan pemilihan umum presiden kurang dari enam pekan lalu, serangan terbaru di Grasse kemungkinan akan semakin memperdalam debat mengenai masalah keamanan.

Atzori mengatakan 10 orang terluka dalam serangan, baik itu secara fisik maupun mental. Satu orang tertembak di bagian perut, dan kepala sekolah terluka di bahu saat berusaha menghentikan pelaku.

Pelaku, yang juga membawa amunisi, pistol, granat dan bahan peledak, tidak melawan saat ditangkap polisi.

Remaja yang tidak disebutkan namanya itu belum memiliki catatan kejahatan. Aparat sedang menyelidiki apakah dirinya memiliki kaki tangan dan bagaimana caranya mendapatkan senjata.

"Investigasi awal mengindikasikan dirinya telah menonton sejumlah video penembakan massal di Amerika," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Prancis.

Sementara itu dalam peristiwa terpisah di Paris, seorang karyawan Dana Moneter Internasional (IMF) terluka di wajah dan tangan saat sebuah bom surat meledak saat dibuka.