2013-08-02 10:13:00
Penerapan Kurikulum 2013 Terbagi dalam ‘Cluster’

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Kurikulum 2013 telah diterapkan di beberapa sekolah sasaran di Lampung sejak 15 Juli lalu. Untuk memudahkan proses pendampingan, sekolah sasaran akan dikelompokkan (cluster).

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Pringsewu Jumani Darjo menyebutkan jumlah sekolah sasaran kurikulum 2013 se-Indonesia berjumlah 1.270 sekolah. Seluruh sekolah itu terbagi dalam 120 kelompok. "Adapun SMA sasaran kurikulum 2013 di Lampung berjumlah 12 sekolah yang masuk empat cluster," ujar Jumani di Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, kemarin (1-8).

Jumani menjelaskan pengelompokan tersebut untuk memudahkan proses pendampingan yang dilaksanakan oleh ketua kelompok pada sekolah-sekolah sasaran yang menjadi anggota kelompoknya. "Pendampingan adalah hal sangat penting sebagai bagian dari proses implementasi kurikulum 2013," ujarnya.

Proses pendampingan baru akan terasa manfaatnya setelah berjalannya proses belajar-mengajar berbasis kurikulum baru. Persoalan yang kerap muncul adalah masalah teknis. "Kami baru akan menemui persoalan setelah kurikulum itu dipraktikkan," kata Jumani.

Ia menyebutkan Pemerintah Pusat menunjuk sekolah yang layak menjadi ketua kelompok di setiap daerah. Seperti SMAN 1 Gadingrejo membawahi SMA sasaran di Pringsewu, Pesawaran, dan Lampung Selatan. Kemudian SMAN 9 Bandar Lampung membawahi SMA sasaran di Bandar Lampung dan Metro.

Lalu SMAN 1 Kota Gajah membawahi Lampung Timur, Lampung Tengah, dan sebagian Metro. SMAN 2 Kotabumi membawahi Tanggamus, Kotabumi, dan daerah lainnya, kecuali Mesuji dan Lampung Barat.

Jumani mengatakan sekolah yang menjadi ketua kelompok wajib memberi pendampingan. "Ketua cluster harus mampu menampung dan mencari solusi jika sekolah yang menjadi anggota cluster mendapatkan masalah dalam implementasi kurikulum baru," kata Jumani.

Persoalan Proses Pembelajaran
Sebagai ketua kelompok Pringsewu, ia telah melaksanakan tugas pendampingan sejak implementasi kurikulum baru pada 15 Juli lalu. Dalam melaksanakan tugasnya, ia menilai persoalan justru muncul dalam proses pembelajaran karena semua mata pelajaran dituntut menggunakan langkah-langkah ilmiah.

"Ini adalah kompetensi baru yang harus dikuasai, dan baru bisa dikuasai setelah dipraktikkan," kata Kepala SMAN 1 Gadingrejo itu. Semakin sering guru mengimplementasikan kurikulum 2013, penguasaan atas kompetensi itu akan semakin bertambah.

Jumani menjelaskan kurikulum 2013 menargetkan peningkatkan kreativitas peserta didik seoptimal mungkin sehingga mampu berinovasi untuk menjawab tantangan masa depan yang semakin rumit.

Kurikulum baru bertujuan mendorong peserta didik, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengomunikasikan (mempresentasikan) terhadap apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran.

Jumani mengatakan tujuan kurikulum 2013 adalah mempersiapkan insan Indonesia untuk memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang produktif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
"Melalui pendampingan yang intensif oleh ketua cluster dan pihak terkait lainnya, tujuan utama kurikulum baru itu pasti bisa tercapai," kata Jumani. (IMA/S1)

komentar facebook