Penggunaan Barcode Media Online Tidak Efisien

Dr. Harya Widiputra, S.T., M.Kom, Dekan Fakultas Teknologi dan Informasi Perbanas Institute. Dok. Perbanas Institute


JAKARTA -- Saat ini semakin banyak masyarakat yang terusik dengan berita-berita bohong, palsu atau tidak jelas kebenarannya. Jelas saja, dari 400 ribu situs media online, hanya kurang dari 300 yang terverifikasi Dewan Pers. Berita hoax ini selain membelokkan kebenaran mengenai apa yang terjadi, tapi juga memengaruhi pola berpikir masyarakat dan bahayanya juga dapat memprovokasi.
Ditambah lagi dengan budaya masyarakat, yang begitu menerima berita dari internet, akan cenderung langsung share, apalagi jika berita tersebut memiliki judul yang menarik.
Dr. Harya Widiputra, S.T., M.Kom, selaku Dekan Fakultas Teknologi dan Informasi Perbanas Institute Jakarta mengatakan “Permasalahannya terdapat dari kecepatan penyebaran berita tersebut. Upaya Menkominfo dan Dewan Pers untuk memblokir sebanyak mungkin situs yang mendapat laporan hoax dan memberikan barcode pada situs yang terjamin terpercaya dinilai kurang efektif karena akan tetap kalah cepat dengan penyebarannya di sosial media.”
Barcode memang membantu masyarakat memahami situs mana yang terpercaya, namun apa hal tersebut dipedulikan saat masyarakat mengakses situs berisi berita tersebut?” ujar Dr. Harya. Akan lebih baik juga, jika pemilik sosial media memiliki teknologi penyaring untuk penyebaran berita.
Dr. Harya juga menyarankan cara pencegahan penerbitan berita hoax karena cara pencegahan dinilai lebih efektif daripada cara korektif berupa pelaporan setelah berita hoax berhasil diterbitkan. “Nyatanya selama ini penerbitan berita online jauh lebih mudah daripada media cetak,” ujar Dr. Harya. Ada baiknya penerbitan berita online dibuat lebih selektif seperti penerbitan media cetak, sehingga tidak semua berita yang akan dipost berhasil diterbitkan, seperti bisa memiliki editor untuk pengecekan terlebih dahulu sebelum penerbitan, atau mungkin dibuatkan badan independen, diluar dewan pers, yang dapat bertindak sebagai editor yang bersifat tetap menjalankan kebebasan pers demi mengalirnya informasi yang mudah dengan benar.
Selain dari pihak pemerintah, Dr. Harya juga berpesan kepada masyarakat agar lebih melakukan analisis masalah dan pengecekan ulang setelah membaca artikel dari situs, dan jika ingin share, alangkah baiknya dipikirkan dulu apakah akan bermanfaat atau tidak.