Pengurangan Ruang Terbuka Hijau Picu Bencana Alam

Ruang terbuka hijau (RTH). 2.bp.blogspot.com

BANDAR LAMPUNG -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Provinsi Lampung menekankan penggerusan bukit serta perubahan ruang terbuka hijau (RTH) menjadi perumahan untuk tidak dilanjutkan.
Pasalnya, dengan curah hujan yang saat ini makin hari makin meningkat, BMKG pun memaparkan titik yang merupakan kawasan lahan bencana serta penanggulangannya. "Banyak faktor bencana, kaya perubahan RTH menjadi perumahan, serta penggerusan-penggerusan bukit dan juga penyempitan sungai," ujar Kepala Seksi dan data BMKG Lampung, Rudi Hariyanto, saat di hubungi Kamis (16/2/2017).
Ancaman yang terjadi bila penggerusan bukit, serta perubahan RTH bahkan pengecilan aliran sungai ini tidak lain seperti banjir, dan tanah longsor. Kalau untuk perubahan RTH dan penggerusan bukit itu kan sudah dapat di lihat, banyak pepohonan yang ditebang serta dimusnahkan akibatnya debit air hujan tidak dapat tertahan lagi dan mengakibatkan tanah longsor serta mengancam banyak nyawa yang berada di bawah kaki bukit tersebut," ungkapnya.
"Dan juga untuk penyempitan air sungai sendiri yang disebabkan pembangunan dan pembuangan sampah oleh masyarakat ini akan memgakibatkan penaikan air yang tidak dapat ditampung lagi sehingga dapat mengakibatkan banjir," paparnya.
Dia menambahkan dalam kondisi saat ini yang mana curah hujan terus meningkat serta angin kencang khususnya untuk masyarakat Lampung agar sesegera mungkin merapikan pepohonan yang sudah menua serta bangunan rumah yang banguannya tidak memadai.
"Iya untuk masyarakat kami minta supaya dapat merapikan pepohonan yang sudah tua serta banguan rumah yang tidak memadai supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya," terangnya.
Untuk tingkatan angin yang saat ini pun terus meningkat BMKG pun menyarankan kepada pekerja yang lahan mata pencariannya di laut dapat berhati-hati karena tingkat gelombang air laut saat ini kian meningkat. "Kami bekerja sama bersama BPBD Provinsi dan daerah untuk melakukan moiotorting dalam memantau segala sesuatu yang terjadi di wilayah Lampung, dan untuk Kota Bandar Lampung pun kami sudah memberikan koordinasi kepada BPBD daerah setempat agar terus memonitoring segala hal yang kami kabarkan melalui salah satu grup kami BMKG dan BPBD," jelasnya.
Terkait permasalahan bencana ini, BPBD Kota Bandar Lampung membenarkan hal-hal tersebut. "Iya memang kami terus memonitoring bencana apa saja yang terjadi di kawasan Kota Bandar Lampung, misalnya bencana banjir, tanah longsong serta poho n tumbang," ujar Kelapa Bidang Pencegahan Dan Kesiap-siagaan Rizky.
Sementara itu, untuk kawasan yang memiliki intensitas bencana alam seperti banjir di wilayan Kota Bandar Lampung seperti Telukbetung Barat, Telukbetung Timur, Bumi Waras, Pajang, Penengahan, Pelita.
"Banjir ini diakibatkan banyaknya faktor seperti penggerusan bukit, dan pembuangan sampah ke beberapa titik sungai," terangnya.