Penjaga Situs Megalitik Harapkan Perhatian Pemerintah

Situs megalitik Batu Berak di Pekon Purajaya, Kecamatan Kebun Tebu, Lampung Barat, Rabu (15/2/2017). (Foto : Lampost/Yon Fisoma)

LIWA--Pria bertubuh tinggi dan kurus, Ristiyo Widodo (35), ialah penjaga pintu masuk cagar budaya situs megalitik batu berak di Pekon Purajaya, Kecamatan Kebun Tebu, Lampung Barat, dengan ramah menjawab pertanyaan pengunjung. Situs itu saksi sejarah peradaban dan budaya manusia pada zaman 2.500 tahun sebelum masehi.

Kepada para wartawan, Rabu (15/2/2017), Ristiyo menjelaskan masih banyak sarana dan prasarana yang semestinya dibangun untuk melengkapi objek wisata sejarah itu. Meski hanya menerima honor Rp1 juta per bulan, ia mengaku sangat mencintai situs tersebut.

Setiap hari, Ristiyo menjaga situs seluas tiga hektare, yang memiliki 42 menhir, 38 dolmen, dan 165 batu umpat. Menurut dia, situs paling banyak dikunjungi pada hari libur. "Biasanya dikunjungi hingga 200 orang," kata dia.

Honorer yang bekerja sejak 2007 tersebut berharap pemerintah melengkapi fasilitas objek wisata sekaligus meningkatkan insentif honorer.