2013-07-19 01:30:00
Peran NU Dibutuhkan Negara

JAKARTA (Lampost.Co): Peran Nahdlatul Ulama (NU) sangat dibutuhkan negara. NU harus dapat beradaptasi dengan perubahan zaman. Hal itu disampaikan Ketua Umum Ikatan Sarjana NU (ISNU), Ali Masykur Musa usai acara Diskusi Ikatan Pelajar NU (IPNU) sekaligus Bedah Buku Pesantren Studies 4A: "Nalar Politik Pesantren dan Masa Depan Politik Kaum Nahdliyin", di kantor pusat Pengurus Besar NU (PBNU), Jakarta, Kamis (18/7). "NU itu harus hadir di setiap masalah yang dihadapi masyarakat. Dakwah yang hanya andalkan tausiyah/pidato tidak cukup, karena masyarakat sudah berubah," kata Ali.

Hadir dalam kesempatan yang sama, penulis buku Pesantren Studies 4A: "Nalar Politik Pesantren dan Masa Depan Politik Kaum Nahdliyin", Andi Baso dan Peneliti Saiful Muzani Research and Consulting (SMRC), Murbawi. Ali menuturkan, NU selalu tidak dapat meninggalkan kegiatan politik.

"Tinggal masalahnya, apakah langkah NU dalam politik ikut pengaruhi pengambilan keputusan atau justru ambil jarak dengan pemerintah, sangat ditentukan oleh situasi," ujarnya. Dia menambahkan, dunia politik di Indonesia pasti selalu berusaha mendekatkan diri ke NU.

"Dalam sejarahnya, NU punya peran besar dalam dirikan republik ini," imbuh anggota Badan Pemeriksa Keuangan ini. Dia mengemukakan, jumlah anggota NU mencapai 50-60 juta jiwa. "NU selalu punya kontribusi besar terhadap negara," tandasnya.

Pada bagian lain, Andi Baso mengatakan, banyak kajian tentang ilmu politik pesanteran. Namun sebagian besar banyak berasal dari karya luar negeri. Padahal budaya Indonesia kaya akan politik pesantren. BRT1/L-2

komentar facebook