Perang Branding dalam Pilkada Tulangbawang

Pengamat Politik dan Akademisi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung, Robi Cahyadi K. (Foto:Lampost/Triyadi)

BANDAR LAMPUNG--Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Tulangbawang dinilai merupakan tempat pertarungan yang menarik diantara kabupaten lainnya di Provinsi Lampung. Perang branding atau pencitraan positif harus terus dilakukan oleh setiap pasangan calon kata pengamat politik Lampung, Robi Cahyadi Kurniawan.

Ia mengatakan perang branding atau pencitraan dari pasangan calon mulai ditunjukan oleh pasangan calon.
"Salah satu yang menarik adalah perang branding atau pencitraan. Selain citra di media dan publik, paslon juga membuat citra menang dengan merilis hasil survei. Seperti Handoyo menang versi lembaga survei SMRC sedangkan WinHendri menang versi survei Rakata Institute," katanya saat dimintai pendapatnya oleh Lampost.co, Minggu (8/1/2017).
Meskipun perang branding boleh saja dilakukan, tapi Akademisi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung ini mengatakan pertarungan sesungguhnya ada pada bagaimana para pasangan merebut hati masyarakat.

"Iya pertarungan sesungguhnya ialah calon bertarung merebut simpati masyarakat dengan cara santun, pintar, tanpa intimidasi, politik uang dan kampanye hitam," katanya.
Ia juga menilai kompetisi pertarungan antara petahana melawan penantang dari duet DPRD Kabupaten Tulangbawang dan diramaikan juga dengan pasangan calon dari jalur independent membuat seru pertarungannya. Namun ia juga menilai paslon independent hanya sebatas pemanis kompetisi saja.

"Prediksi saya peluang menang hanya ada pada pasangan Hanan A Razak - Heri Wardoyo dan Winarti - Hendriwansya. Namun pasangan independen bisa menjadi kuda hitam untuk menang jika kedua pas yang lain terkena kasus, skandal atau hal krusial yang bisa mnyebabkan pilihan publik berpaling jelang pilkada," jelanya memprediksi.