Perayaan Cap Go Meh, Gubernur Minta Antarsuku Bisa Merajut Kebinekaan

Gubernur Lampung, M Ridho Ficardo, melepaskan lampion dalam acara perayaan Cap Go Meh di Pendopo Gubernuran Telukbetung, Jumat (17/2/2017) malam. (foto:Lampost/Zainuddin)r Paku Banten Lampung, Kamis (16/2/2017). (Foto:Lampost/Ikol)

BANDAR LAMPUNG--Perayaan malam Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2568 yang digelar di Mahan Agung, Bandar Lampung, Jumat (17/2/2017), Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo meminta masyarakat antarsuku saling bersatu untuk merajut kebinekaan.

Pagelaran acara yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Lampung mengusung tema "Semangat Imlek 2568 Bangun Kebhinekaan di Sang Bumi Ruwa Jurai" diharapkan mampu meningkatkan tali silaturahmi antarsuku yang ada Lampung, kata Gubernur.

Gubernur mengatakan suku Tionghoa adalah bagian dari kebhinekaan dari Indonesia. "Baik suku lainnya yang ada di Lampung semua sama. Kita harus bersama-sama membangun Lampung. Bekerja sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung," kata Gubernur.

Perayaan malam Cap Go Meh dimeriahkan dengan pertujukan hiburan atraksi barongsai, atraksi wushu, tarian seribu tangan, paduan suara pengurus yayasan, dan diakhiri dengan perayaan penerbangan 150 buah lampion dan pesta kembang api. Acara hadiri Polda Lampung , Danrem, Forkofimda, Danlanut, Anggota Komisi IV DPR RI, Pengurus PSMTI, kepala daerah kabupaten/kota, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan juga masyarakat Bandar Lampung.

Rusli Taslim, ketua Panitia Acara, mengatakan perayaan malam Cap Go Meh merupakan perayaan yang rutin digelar etnis Tionghoa. "Perayaan Cap Go Meh ini dirayakan setelah 15 hari Imlek. Yang sebelumnya juga digelar perayaan terang bulan. Ada yang khas dalam perayaan malam Cap Go Meh ini yaitu ada makanan khas lontong cap gomeh dan juga hiasan lampion merah yang menandakan berkah sukacita dan bahagia," kata Rusli.

Selain itu, Wakil Ketua PSMTI Pusat, Richard Tan juga mengatakan turut menikmati agenda perayaan malam Cap Go Meh yang bernuansa tradisional. "Perayaan ini menunjukkan adanya silahturahmi yang baik dari komunitas marga tionghoa, pemerintah, masyarakat dan juga pemangku adat yang sudah terjalin sejak lama," kata dia.