Perekonomian Indonesia Tertinggi Dibandingkan Negara Berkembang dalam 10 Tahun Terakhir

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. MTVN.Suci Sedya Utami.

Jakarta -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, meski ekonomi dunia masih diliputi ketidakpastian, namun perekonomian Indonesia relatif lebih baik. Hal tersebut, kata Ani ditandai dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam 10 terakhir bisa mencapai angka 5,7 persen bila dirata-rata.

"Pertumbuhan ekonomi kita jika dirata-rata 10 tahun terakhir yakni 5,7 persen, tertinggi kalau dibanding emerging market di dunia," kata Ani dalam rapat kerja Kementerian Keuangan, di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2017).

Dalam forum tersebut, dirinya menjelaskan bila pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai melemah pada 2014 menuju 2015. Data menunjukkan, pada kuartal pertama 2014, pertumbuhan mulai alami penurunan dari 5,61 persen menjadi 5,14 persen. Berlanjut ke kuartal dua 5,03 persen, kuartal ketiga sebesar 4,92 persen, dan mengalami kenaikan di kuartal terakhir 5,01.

Sementara pada 2015 di kuartal pertama sebesar 4,71 persen, kuartal dua 5,18 persen, kuartal tiga 4,73 persen, kuartal empat 5,04 persen. Pertumbuhan tersebut, kata Ani sudah mulai alami perbaikan di tahun 2016.

Sedangkan untuk 2016 kuartal satu pun masih alami penurunan, tercatat pertumbuhannya 4,92 persen, meningkat menjadi 5,18 persen di kuartal dua, dan 5,02 persen di kuartal ketiga.

"Kalau pertumbuhan bisa 4,7 di kuartal empat maka sepanjang tahun bisa 5-,0-5,1 persen," tutur dia.

Lebih jauh, kata Ani, tahun ini Pemerintah dan DPR sepakat mengasumsikan pertumbuhan 5,1 persen di APBN. Meski beberapa perkiraan lebih tinggi, seperti Bank Indonesia yang menaksir di kisaran 5,0-5,4 persen, lembaga kelas dunia seperti World Bank dan IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi di 5,3 persen.

Ani menekankan, angka itu dipilih karena dirinya masih menganggap di lingkungan global masih sangat hati-hati, sehingga dirinya menaruh angka yang hati-hati pula.

"Setelah 2014, 2015, 2016 masih early recovery, sehingga kita hati-hati men-design pertumbuhan 2017," pungkas dia.