Peringatan Wisata Bahari

Peringatan bahaya di pantai. tribratanews.com

PROVINSI Lampung memiliki potensi pariwisata bahari menjanjikan. Kekayaan alam, terutama pesisir pantai barat, provinsi ujung selatan Sumatera ini tak kalah elok dengan destinasi wisata yang telah dikenal di daerah lainnya di Indonesia.

Data di Dinas Pariwisata Lampung menunjukkan kunjungan wisata di berbagai tempat naik 10%—15% per tahun. Peningkatan yang signifikan itu wajar, sebab Lampung memiliki destinasi menarik bagi turis lokal juga mancanegara.

Beberapa lokasi wisata unggulan Lampung, antara lain Pantai Tanjungsetia, Teluk Kiluan, Pulau Pahawang, Gunung Anak Krakatau, dan Danau Ranau. Berbagai area wisata unggulan itu bahkan menjadi destinasi turis mancanegara.

Tercatat dalam lima tahun belakangan ini, jumlah wisatawan domestik yang mengunjungi Lampung sekitar 3,3 juta orang. Sementara turis mancanegara sekitar 75 ribu orang ke beberapa destinasi wisata dengan tawaran alam eksotis tersebut.

Namun, di balik potensi itu, ada ancaman serius terhadap keselamatan wisatawan. Zona wisata paling berbahaya dan merenggut nyawa utamanya wisata pantai. Pada 2016, puluhan wisatawan tewas di lokasi wisata akibat terseret ombak.

Pada 17 Juli 2016, tiga wisatawan tewas di kawasan wisata Pantai Laguna, Pekon Kiluannegeri, Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus. Di tahun yang sama, petaka lain juga terjadi di pantai Lampung Selatan, Pesawaran, dan Pesisir Barat.

Tidak berhenti di situ, mengawali tahun 2017 dan paling anyar, tiga orang tewas di dua lokasi pantai di Pesisir Barat saat perayaan tahun baru. Dua lokasi itu, yakni Pantai Labuhanjukung, Kecamatan Way Krui, dan Pantai Pekon Mandiri, Krui Selatan.

Bencana terus berulang di sejumlah lokasi wisata pantai tentu merupakan persoalan pelik pariwisata yang harus segera disikapi. Tingginya kunjungan wisatawan semestinya diiringi peningkatan keamanan dan keselamatan di lokasi wisata.

Pengelola rekreasi pantai sepatutnya mempekerjakan pengawas pantai, memiliki prosedur penjagaan, pengamanan, dan penyelamatan bagi pengunjung. Hal itu penting untuk mencegah tragedi seperti tewasnya wisatawan terseret ombak di kawasan wisata di Lampung.

Kejadian-kejadian tragis semestinya dijadikan dasar pihak pengelola pantai meningkatkan pengamanan. Sudah menjadi kewajiban pengusaha tempat wisata memberikan keamanan pada pengunjung. Hal ini sesuai UU No. 10/2009 tentang Kepariwisataan.

Menjadi kewajiban pengelola wisata mengingatkan pengunjung terkait titik-titik berbahaya yang patut dihindari. Penyediaan guide dan perlengkapan keamanan juga mutlak disediakan pengelola demi keamanan dan keselamatan pengunjung.

Apalagi tempat wisata yang dikelola memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan jiwa pelancong. Pemerintah daerah semestinya segera mengevaluasi lokasi-lokasi wisata berisiko untuk segera menerapkan aturan keselamatan pengunjung.

Buruk menjaga nyawa pelancong di lokasi wisata pantai pada akhirnya menjadi kabar buruk bagi kualitas dan mutu lokasi wisata pantai di Lampung. Jika dibiarkan akan mematikan potensi wisata itu sendiri. *