Perubahan Cuaca, Ikan Karamba di Danau Ranau Banyak yang Mati

Ilustrasi ikan mati di karamba. wongjogja.com

LIWA -- Perubahan cuaca yang sedang terjadi saat ini mengakibatkan tingkat kematian ikan budi daya karamba di perairan Danau Ranau Kecamatan Lumbok Seminung, Lampung Barat bertambah.
Cuaca ekstrem mengakibatkan tingkat kematian ikan pada usaha budi daya karamba di kawasan Danau Ranau Kecamatan Lumbok Seminung bertambah banyak terutama yang masih kecil-kecil ukuran sekitar 10 gram/ekor.
Sejak beberapa hari ini tingkat kematian ikan budi daya karamba terutama yang masih kecil di kawasan Danau Ranau meningkat hingga 1%/petak keramba dari normalnya 0,1%/petak.
Sementara ikan yang sudah besar kematian dialami pada budi daya ikan mas yang sudah siap panen ukuran 0,5 kg/ekor dengan tingkat kematian mencapai 5-6 ekor/petak karamba.
"Kalau untuk ikan masnya yang mati yang besarnya dengan tingkat kematianya mencapai 5-6 ekor/hari setiap petaknya sementara ikan nila yang besar aman," kata Umi Fitria, salah seorang pemilik usaha karamba apung di Danau Ranau Kecamatan Lumbok Seminung, Selasa (7/2/2017).
Umi yang juga sebagai selaku Kabid Pengelola dan Pembudidayaan Ikan di Dinas Perikanan Lampung Barat itu menambahkan berdasar pada hasil pemantauan pihaknya ikan-ikan tersebut mengalami kematian adalah akibat perubahan cuaca. Saat ini cuaca tidak menentu yang menyebabkan berkurangnya kandungan oksigen yang dibutuhkan ikan.
Perubahan cuaca saat ini bahkan menyebabkan kondisi air di danau ranau mengalami sedikit perubahan warna seperti sedikit kehitam-hitaman. Kondisi tersebut membuat ikan kurang nyaman dan ikan umumnya naik kepermukaan/mengambang. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian ikan tidak mau makan sehingga lama-kelamaan ikan yang kecil banyak yang mati karena belum kuat.
Sedangkan untuk ikan yang besar terutama untuk ikan mas, kata dia, mengalami penyakit seperti koreng pada badanya yang juga lama kelamaan menjadi mati.
"Jika pada badan ikan mas yang besar itu telah ditemukan adanya koreng, lama-kelamaan ikan tersebut pasti mati. Sampai saat ini belum ada teknik khusus untuk mengatasi tingkat kematiannya," kata Umi.
Menurut Umi, kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada usaha budi daya ikan keramba di kawasan Danau Ranau, akan tetapi budi daya ikan dik olam-kolam tertentu di luar danau khususnya di sekitar Kecamatan Lumbok Semiung itu juga banyak yang mengalami hal yang sama akibat perubahan cuaca ini.