Perusahaan Pasir Ditutup, Objek Wisata Pantai Onaria Menggeliat

Gerbang menuju Pantai Onaria atau yang berganti nama Puri Dewata. Lokasi wisata ini kembali menggeliat setelah tambang pasir ditutup. (Foto:Lampost/Aan Kridolaksono)

KALIANDA --Objek wisata Pantai Onaria di Desa Tridarmayoga, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, kembali menggeliat setelah ditutupnya operasional penambangan pasir milik PT Wahana Pasir Sakti (WPS).

Obyek wisata yang cukup melegenda dan dikenal di kabupaten Lampung Selatan sejak era tahun 1990-an itu berada di kawasan jalan lintas pantai timur. Warga mulai mengunjungi pantai itu kembali setelah perusahaan dermaga tambang pasir itu tutup sejak tahun lalu.
Kawasan Pantai Onaria yang berganti nama Puri Dewata ini berada di Desa Tridarmayoga, yang mayoritas dihuni warga Bali. Sehingga memberikan perpaduan objek wisata alam dan budaya. Kelengkapan kawasan ini sebagai obyek wisata menjadi potensi besar sebagai detinasi unggulan di pesisir timur Lampung Selatan.

"Obyek wisata bahari Pantai Onaria era tahun 1990an cukup melegenda dan terkenal. Walau di kecamatan Kalianda dan Sidomulyo banyak ditemui wisata pantai. Dulu kami memilih bermain ke pantai Onar saat libur sekolah atau saat ada acara lain," kata Wiby, warga kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan yang sempat menganggumi keindahan dan keasiran pantai Onaria tersebut, Minggu (8/1/2017).

Namun, lambat laun kebesaran obyek wisata Pantai Onaria itu terpuruk seiring munculnya perusahaan dermaga pasir pada tahun 2005.
"Akibat menjadi perusahaan dermaga pasir. Banyak warga dari daerah lain sudah lupa untuk berekreasi ke pantai Onar yang melegenda era 1990an itu," ujarnya kepada Lampost.co.
Sejalan hengkangnya perusahaan yang menyiapkan dermaga dan armada transportasi laut untuk mengangkut hasil tambang pasir dari kabupaten Lampung Timur itu, lambat laun kembali menjadi tujuan rekreasi pasangan muda mudi ataupun warga sekitar Kecamatan Ketapang.

Umi (45), warga setempat mengaku mulai mengelar dagangan berupa minuman ringan dan makanan ringan sejak enam bulan lalu. Ia berjualan setelah melihat pantai Onar mulai banyak dikunjungi.
"Hanya hari Minggu saja dagangnya, karena ramai pengunjungnya," kata wanita berjilbab itu saat ditemui di pantai Onaria, Minggu (8/1/2017).

Selain menikmati panorama laut yang memang menghadap ke pulau Jawa. Para pengunjung biasanya mandi air laut atau mancing di pantai tersebut.
"Sempat mati obyek wisata di dini, karena tak banyak wisatwan yang datang. Mudah-mudahan pantai Onar kembali dikenal masyarakat seperti era tahun 1990-an," harapnya.