Pesona Bawah Laut Si Perawan Cukuh Bedil

Keragaman biota dan keindahan bawah laut di Pulau Cukuh Bedil terlihat makin cantik dengan berbagai macam karang, ikan, serta tumbuhan laut di dasar pantainya. Lampung Post/Wiwik Hastuti

MELANCONG ke Pulau Pahawang di Kecamatan Punduhpidada, Kabupaten Pesawaran, kurang lengkap jika tidak singgah di Cukuh Bedil. Pulau Cukuh Bedil terletak tak jauh dari Pulau Pahawang Kecil. Jika di Pulau Pahawang Kecil mempunyai maskot vila yang indah, maka di Cukuh Bedil juga mempunyai maskot, yaitu ikan dan terumbu karang.
Hamparan pasir putih dan hembusan angin yang sejuk siap menyambut wisatawan yang berjalan perlahan menyusuri pantai sambil menenteng peralatan snorkeling. Cukuh Bedil merupakan spot snorkeling yang masih alami, termasuk di antaranya spot kapal nelayan yang karam dan menjadi tempat persembunyian ikan serta hewan laut lainnya.
Keragaman biota dan keindahan bawah laut di pulau ini terlihat makin cantik dengan berbagai macam karang, ikan, serta tumbuhan laut di dasar pantainya. Karena pulau ini jarang dikunjungi, spot yang ada di sekitar pulau ini sangat indah dan alami. Bak perawan desa yang masih kiyis-kiyis.
Perairan Cukuh Bedil juga termasuk perairan yang dangkal, yaitu sekitar 1—2 meter, kedalaman air yang sangat cocok dan masuk sebagai kriteria spot snorkeling dan mempunyai tingkat kejernihan yang sangat bagus.
Namun, Anda harus berhati-hati jika ingin mengambil foto underwater agar tidak merusak terumbu karang yang ada di spot snorkeling.
Di tempat ini bagai melihat mahakarya pelukis paling berbakat, terumbu-terumbu karang yang cantik terhampar begitu banyak. Terbias cahaya matahari dan menimbulkan berjuta-juta ekspresi.
Koloni ikan berwarna-warni datang dan pergi, rumput-rumputan laut berbagai warna melambai-lambai bersama ombak, bintang laut, bulu babi, gurita mini yang malu-malu menyembunyikan diri menjadi simfoni pemandangan yang tak henti-hentinya untuk dikagumi.
“Terumbu-terumbu karang sangat indah," ujar pelancong asal Jakarta, Wisnu Barata, bersama rombongannya, akhir pekan lalu.
Di tempat ini juga terdapat rumah antik berarsitektur ukiran Jepara, Jawa Tengah, milik wisatawan asal Prancis. Jika melihat rumah joglo tersebut, orang pasti heran bagaimana membangunnya dengan material kayu jati yang sangat besar.
Puas snorkeling di Cukuh Bedil, istirahatlah sebentar lalu bertolak ke salah satu spot yang lain, Pahawang Besar, yang berada di sisi kanan Cukuh Bedil. Koloni terumbu karang di Cukuh Bedil berbeda dengan yang di Pahawang Besar.
Di Cukuh Bedil lebih banyak soft coral, sedangkan di Pahawang Besar kebanyakan hard coral.
Di Pahawang Besar juga terhampar luas pasir putih. Di sekitarnya, terdapat air laut yang jernih berwarna hijau toska, tidak terlampau dalam, seperti kolam renang pribadi tidak berbatas yang dibingkai deretan bukit serta pulau dari kejauhan.
Pasir putih yang halus serta air yang benar-benar jernih bakal menyongsong kedatangan Anda, dengan pantainya yang benar-benar nyaman serta tenang untuk bersantai serta berenang.

Dekat dari Pulau Pahawang Kecil
Pulau Cukuh Bedil terletak tak jauh dari Pulau Pahawang Kecil. Untuk menuju ke Pulau Cukuh Bedil hanya butuh waktu sekitar 5 menit dari Pulau Pahawang Kecil atau 45 menit dari Dermaga Ketapang. Sementara dari Pantai Dewi Mandapa lebih dekat hanya sekitar 35 menit.
Jika Anda mengendarai mobil atau sepeda motor bisa diparkir di Pelabuhan Ketapang atau Pantai Dewi Mandapa. Di Pelabuhan Ketapang, pengunjung dapat menyewa kapal perahu dengan kisaran Rp600 ribu hingga Rp1 juta lebih. Sementara dari Pantai Dewi Mandapa tarifnya lebih murah berkisar Rp500 ribu—Rp600 ribu.
Harga sewa kapal perahu untuk 10 sampai 20 orang lengkap dengan baju pelampung pergi dan pulang. "Waktu tempuh ke Pahawang sekitar 35 menit," kata salah satu nelayan yang akrab disapa Pak RT, saat mengantar rombongan ke Pantai Pahawang.
Nungki, warga Jakarta yang mengajak keluarganya berlibur di Pulau Pahawang, mengaku menikmati alam bawah laut dangkal menggunakan alat pernapasan (snorkeling). Gelombang dan arus laut yang sedang menambah nikmatnya melihat ikan dan karang laut dengan tamannya.
Harga sewa snorkeling berkisar Rp25 ribu hingga Rp50 ribu per orang. Untuk mengabadikan aktivitas bawah laut, pengunjung ditawari berfoto ria dengan harga sewa Rp150 ribu hingga Rp300 ribu dilengkapi dengan kartu memori.
"Alam bawah lautnya bagus. Pemda harus tingkatkan fasilitasnya dengan memberikan kemudahan pengunjung dengan tarif yang standar, bukan nego," ujar pria yang bekerja di perminyakan tersebut.