Petani Buah Naga Ikuti Workshop Pengendalian Hama Terpadu

Produksi buah naga di Lampung Selatan menurun akibat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). (Foto:Dok.Lampost)

KALIANDA--Puluhan petani buah naga di Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, mengikuti Workshop Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Ramah Lingkungan pada buah naga di Kantor Desa Mandalasari, Kecamatan setempat, Kamis (16/3/2017). Kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan hasil produksi pada buah naga.

Workshop yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian tersebut dihadiri Kasubdit Pengendalian OPT Perlindungan Tanaman Buah dan Florikultura Direktorat perlindungan Hortikultura, Anik Kustaryati, Kabid Tanaman Pangan Dinas TPH Lampung Eko Diah, dan Kadis TPH-Bun Lamsel Rini Ariasih.
Workshop diikuti 25 petani buah naga dari Desa Margajasa dan Desa Mandalasari yang langsung praktek di lapangan.

Anik Kustaryati mengatakan workshop tersebut merupakan salah satu program kerjanya untuk membantu petani, khususnya buah naga dalam mengendalikan OPT tanpa menggunakan bahan kimia. Pihaknya memberikan wawasan kepada petani untuk melakukan pengendalian dengan ramah lingkungan.

"Jadi, untuk petani saat ini kami anjurkan konsentrasi menggunakan ramah lingkungan. Untuk menekan penggunaan pestisida sintetik atau non kimia. Untuk mari kita gunakan cara gerakan pengendalian (gerdal) ramah lingkungan," kata dia.

Dia mengatakan, tujuan dari pengendalian OPT ramah lingkungan tersebut untuk menyelamatkan kesehatan bagi yang menkonsumsi buah naga itu. Untuk itu, dalam workshop tersebut pihaknya menghadirkan narasumber dari Balai Proteksi Tanaman dan hortikultura (BPTH) Provinsi Lampung dan Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Sumatera barat.

Sementara itu, Eko Diah mengatakan saat ini di Provinsi Lampung terdapat 13 kebun buah naga yang telah di registrasi. Namun, salah satunya Kecamatan Sragi yang merupakan daerah terluas memiliki kebun buah naga dan terintegrasi.
"Tahun ini Indonesia berupaya mengekspor buah naga ke Australia. Karena Kecamatan Sragi merupakan sentra buah naga di Lampung dan saat ini menghadapi permasalahan terhadap OPT yang mengakibatkan turunnya produksi. Untuk itu, workshop ini sangat penting dalam rangka menunjan kinerja petani dilapangan," kata dia.

Sementara itu, Rini Ariasih mengatakan buah naga di Kecamatan Sragi telah dicanangkan Pemkab Lamsel sebagai produk unggulan sejak tahun 2010. Ia mengaku sejak awal dicanangkan buah naga di Kecamatan tersebut mengalami kemajuan pesat dengan produksi yang memuaskan. Namun, pada saat memasuki akhir 2016 produksi mulai menurun akibat OPT.