2013-02-28 21:27:00
Pires seperti Berada di Negara Sendiri

JAKARTA (Lampost.Co): Untuk kedua kalinya, Robert Pires menginjakkan kaki di Jakarta. Pada 2012 lalu, ia datang untuk menjalani laga amal dengan Edgar Davids dkk, namun kali ini kedatangannya sebagai bagian dari persiapan Arsenal FC datang ke Tanah Air pada Juli mendatang.

Di kesempatan kali ini, mantan gelandang the Gunners itu mengaku sangat mencintai suasana di Indonesia. Sambutan meriah para pecinta sepak bola Tanah Air selalu membuatnya merasa hangat dan seperti berada di negara sendiri.

"Tahun lalu saya ke sini bersama Marco (Materazzi) dan Edgar (Davids), saya cinta sekali Indonesia. Negara ini punya gairah terhadap sepak bola, setiap saya datang selalu mendapat sambutan meriah. Terima kasih," ujar Pires ketika menghadiri jumpa penggemar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (28/2).

Sambutan yang diterima Pires berawal sejak dirinya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (27/2) malam. Ketika itu, puluhan pendukung Arsenal telah menunggunya dan langsung menyanyikan yel-yel ketika Pires menampakkan diri di hadapan para pendukung.

Pada hari ini Kamis (28/2), Pires pun disambut baik ketika menemui Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo di kantornya. Dalam pertemuan singkatnya tersebut, pria kelahiran Reims, Prancis, itu mendapat cendera mata berupa kain batik bermotif orang sedang bermain bola voli.

Sore harinya, pria yang kini berusia 39 tahun tersebut menggelar sesi jumpa pers dan temu fans. Dalam kesempatan itu, Pires menceritakan kecintaannya terhadap sepak bola. Pasalnya, dunia ini yang dipilihnya ketika dihadapkan pada opsi melanjutkan sekolah atau merintis karir sepak bola saat usianya masih 15 tahun.

"Ketika itu sulit bagi saya untuk melanjutkan studi karena saya terlalu mencintai sepak bola," ucapnya.

Namun, ketika fokus di sepak bola, Pires mengaku karirnya tidak mulus dan banyak menemui kendala. Terutama, karena tubuhnya terlalu kurus dan kecil untuk ukuran pesepak bola profesional sehingga sulit untuk bersaing melawan pemain lain yang jauh lebih besar.

Meskipun demikian, ia tidak menyerah sehingga akhirnya bisa masuk di klub sebesar Arsenal dan tim nasional Prancis. Semangat inilah yang ingin ditularkan kepada anak-anak di seluruh dunia, khususnya di Indonesia.

Selesai mengadakan jumpa pers dan temu pendukung, Pires langsung menjajaki rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk melakukan coaching clinic. Dalam sesi itu, ia berbagi ilmu kepada puluhan anak-anak berusia 4-16 tahun. Metrotvnews/U-4


Foto: ANTARA

komentar facebook