PKOR, Antara Pedagang dan Ruang Publik

Sebuah alat berat mengerjakan lahan relokasi pedagang PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Selasa (21/2/2017). Hingga kemarin sudah terbangun sejumlah rangka kios untuk para pedagang berjualan di area tersebut. LAMPUNG POST/M UMARUDINSYAH MOKOAGOW

PEDAGANG kaki lima (PKL) di seputaran Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim, Bandar Lampung, masih berdagang di luar pagar pembatas dengan penempatan yang tidak beraturan. Padahal, lahan relokasi yang berada dekat jajaran pedagang batu akik telah dibersihkan dan siap ditempati para pedagang.
Pemantauan Lampung Post, di lokasi tersebut sudah terpasang awning dan paving block untuk tempat baru para pedagang eks PKOR Way Halim. Namun, para pedagang masih enggan menempati lahan tersebut dan memilih berjualan di luar pagar PKOR Way Halim.
Salah satu pedagang rokok dan minuman, Susi (45), beralasan lokasi lahan baru yang terlalu jauh dari pusat olahraga tersebut sehingga membuat pedagang enggan menempati lahan itu. “Kalau di sana takutnya jarang yang beli, Mas. Kami kan ngincer masyarakat yang mau berolahraga jalan masuk ini,” ujarnya, Kamis (23/2/2017).
Pengelola lahan relokasi, Yansori, mengatakan hingga saat ini baru lima pedagang yang telah masuk ke lahan relokasi. “Baru ada sekitar lima pedagang yang masuk, kalau maunya saya sekarang karena memang sudah siap ditempati,” kata Yansori, kemarin.
Ia juga mendesak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), baik kota maupun provinsi, segera menertibkan pedagang yang masih berada di luar lahan relokasi. “Pedagang di luar belum ditertibkan, kalau sudah diusir dari luar baru pedagang masuk. Intinya kami sudah siap dan menunggu pedagang ditertibkan,” ujarnya.
Mengenai biaya sewa, menurut Yansori, masih digratiskan hingga waktu yang tidak ditentukan. “Belum ada sewa, masih gratis untuk pedagang saja dulu,” kata dia.

Langkah Persuasif
Kepala Satpol PP Provinsi Lampung Jayadi memastikan akan menggunakan pendekatan persuasif untuk mengajak PKL eks PKOR Way Halim menempati lahan baru. “Ya, kami lakukan langkah persuasif, yang penting lokasi baru di dalam sudah selesai, baru kami giring masuk," kata Jayadi.
Pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan instansi terkait tentang kesiapan lahan. “Kami segera berkoordinasi, kalau sudah memenuhi syarat dan mencukupi, baru akan kami pindahkan,” ujar mantan anggota Kopassus itu.
Pihaknya memastikan relokasi pedagang tidak akan berlangsung lama, apalagi dengan segera rampungnya masterplan sarana olahraga baru yang akan menjadi ruang publik. “Mudah-mudahan segera dan berjalan sesuai rencana. Ya kan enggak lama lagi akan dibangun berdasarkan masterplan yang ada sehingga betul-betul menjadi sarana olahraga,” kata dia.