Polisi Gerebek Tempat Prostitusi di Pringsewu, 1 Mucikari dan 5 Pekerja Seks Diamankan

Ilustrasi/net

PRINGSEWU -- Satuan Reserse Kriminal Polres Tanggamus bersama Polsek Pringsewu mengamankan 4 orang pekerja seks dan 1 orang terduga mucikari dalam penggrebekan di Pekon Fajar Agung, Kecamatan Pringsewu, Senin (19/12/2016).

Kasat Rerskrim AKP Hendra Saputra mengatakan pihaknya berhasil mengungkap lokasi yang diduga menjadi tempat prostitius berdasarkan informasi masyarakat dan hasil penyelidikan Polres tanggamus. Terduga mucikari SA (60) berstatus duda.

Menurut Hendra, SA mengakui selama lima bulan terakhir telah menyediakan tempat bagi pekerja seks yang ingin menginap bersama tamunya. Pekerja seks datang sendiri ke rumah SA. "SA tidak mencarikan tamu untuk mereka. Pekerja seks yang datang sendiri. SA yang menyediakan tempat," ujarnya.

Pekerja seks yang diamankan adalah RM (30), DS (24), CI (24), dan SI (26). Mereka mengakui datang sendir ke rumah SA dengan membawa pelanggan masing-masing. "Benar Pak kami yang membawa tamu masing-masing. Bapak hanya menyediakan tempat" kata RM di kantor polisi.

Hendra menambahkan selain mengamankan pekerja seks dan SA, polisi juga menjaring seorang laki-laki SG (62) bersama seorang perempuan MA (50) yang bukan suami istri.

SG mengaku bersama MA sedang bertamu di rumah SA yang merupakan pamannya. Ia membahas pernikahannya dengan MA. "SA paman saya. Saya mau membicarakan tentang pernikahan dengan perempuan yang saya bawa. MA dijodohkan paman dengan saya. Kalau di rumah tidak enak dengan anak-anak saya," ujarnya.

Hendra menambahkan polisi menyita barang bukti saru helai kain seprei, sarung bantal, dan uang tunai Rp200.000. Saat ini ketujuh orang tersebut dalam pemeriksaan intensif di ruang Perlindungan Perempiluan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tanggamus yang dipimpin langsung oleh Kanit PPA Brigadir Primadona Laila.

Penyedia tempat dan anak asuhnya kami persangkakan Pasal 296 KUHP Jo Pasal 506 KUHP atau Pasal 2 ayat (1) UU No.21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman satu tahun empat bulan penjara.