Polisi: Rachmawati Cairkan Rp300 Juta Disinyalir untuk Operasional Makar

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono--MI/ROMMY PUJIANTO

Jakarta -- Tersangka kasus dugaan makar Rachmawati Soekarnoputri mengirimkan Rp300 juta ke Alvin Indra. Dana tersebut diduga akan digunakan untuk operasional makar.

"Rachmawati cairkan deposito Rp300 juta, dikirim ke rekening Alvin Indra," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono, Selasa (10/1/2017).

Argo mengatakan uang tersebut disinyalir untuk biaya operasional unjuk rasa di gedung MPR/DPR. Dana dicairkan dari rekening Rachmawati. "Tidak ada yang mengirim ke rekening Rachmawati," kata Argo.

Rachmawati ditetapkan tersangka bersama Ratna Sarumpaet, Kivlan Zein, Adityawarman Thaha, Firza Husein, Eko, Alvin Indra, dan Sri Bintang Pamungkas. Kedelapan orang tersebut dijerat Pasal 107 juncto Pasal 110 KUHP tentang makar.

Pada 15 Desember, penyidik Polda Metro Jaya menggeledah kantor Rachmawati di Universitas Bung Karno Cikini, Jakarta Pusat. Penggeledahan dilakukan sekitar pukul 22.30 WIB sampai 01.30 WIB. Dalam penggeledahan itu penyidik menyita beberapa dokumen.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon angkat bicara nasib yang menimpa Rachmawati. Politikus Gerindra itu meminta polisi menghentikan penyidikan kasus tuduhan makar, yang disematkan kepada Rahmawati, Sri Bintang Pamungkas dan Kivlan Zein.

Menurut Fadli, mereka tidak melakukan makar. Fadli mengatakan mereka hanya ingin datang ke MPR RI untuk mengembalikan Undang-undang Dasar 1945 kepada aslinya. Fadli menilai hal itu wajar sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada wakil rakyat.

Fadli menilai tuduhan makar telah mengganggu demokrasi di Indonesia. Dia khawatir jika nantinya ada yang mengkritik pemerintah justru disebut sebagai tindakan makar.