Polisi Telusuri Perampokan Bersenjata di Rumah pemilik Toko Diesel di Mesuji

Polisi telusuri kasus perampokan bersenjata api di rumah Edi Wahyono, pemilik Toko Mesin Diesel yang tokonya ditembaki sekelompok orang bermotor dan bersenjata api di Mesuji, pada Minggu (8/1/2017) dini hari. (Foto:Dok.Lampost)

MESUJI--Jajaran Polsek Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, menemukan titik terang atas kasus perampokan bersenjata api yang baru dialami pemilik toko mesin diesel, Edi Wahyono (42), warga Desa Jaya Sakti, Kecamatan Simpang Pematang, Mesuji, Minggu (8/1/2017).

"Dari keterangan korban, kami akan melakukan pengembangan lebih lanjut. Saat ini kami tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut dari keterangan korban tentang ciri-ciri salah satu pelaku," jelas Kapolsek Simpang Pematang, Kompol Muji Sulihono, Senin (9/1/2017).

Meski tidak mengalami kerugian, pemilik rumah mengalami luka di bagian lutut kiri akibat percikan proyektil peluru yang ditembakan para pelaku ke rumah korban.

"Ditemukan 9 selongsong peluru dalam kejadian tersebut. Dari keterangan korban, saya memperkirakan jika pelaku berjumlah 6 orang, dan empat orang diperkirakan membawa senjata api ilegal, dan dua orang lain membawa senjata api mainan," lanjut Kapolsek.

Diberitakan sebelumnya, perampokan sempat disaksikan oleh sejumlah saksi mata. Menurut saksi mata, sekawanan orang terlihat berjaga-jaga di halaman rumah korban.

"Saya yang mendengar ada suara letusan senjata api langsung keluar rumah dan melihat rumah korban yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah saya. Ada sejumlah orang. Saya langsung meminta bantuan warga dengan berteriak jika ada maling," kata Sudono saat dimintai keterangan.
Setelah mendengar teriakan Sudono, sejumlah masyarakat keluar dari rumahnya masing-masing. Namun, masyarakat hanya bisa mengamati rumah korban dari kejauhan karena takut dengan para pelaku yang bersenjatakan pistol.
Akhirnya, setelah para pelaku yang mengenakan cadar dan mengendarai sepeda motor pergi, masyarakat berani mendekat ke rumah korban.
"Para pelaku memasuki rumah dengan cara memanjat tembok, dan mendobrak pintu utama rumah," lanjut dia.