Polsek Gedongtataan Belum Terima Laporan Perampokan Guru

Ilustrasi perampokan. Dok. lampost.co

PESAWARAN -- Hingga pukul 00.00, Sabtu (7/1/2017), petugas Polsek Gedongtataan belum menerima laporan terkait adanya dugaan perampokan terhadap salah seorang guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Jumat (6/1/2017).
Hal itu disampaikan Kanit reskrim Polsek Gedongtataan, Iptu Aris Siregar. Dia mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan Polsek Natar namun sampai Sabtu (7/1/2017) pagi, pihaknya belum menerima laporan dari korban terkait kasus dugaan perampokan terhadap salah satu guru SD di Gedongtataan tersebut.
“Semalam sudah berkoordinasi dengan Polsek Natar dan di tunggu sampai pukul 00.00, tetapi sampai hari ini kami belum menerima laporan terkait adanya kasus dugaan perampokan tersebut,” kata Aris melalui sambungan ponsel, Sabtu (7/1/2017), sekitar pukul 08.30.
Dia menjelaskan berdasar pada keterangan dari petugas Polsek Natar bahwa tempat kejadian perkara (TKP) dugaan kasus perampokan tersebut terjadi di wilayah hukum Polsek Gadingrejo, dimungkinkan korban membuat laporan ke Polsek Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu.
“Berdasar pada keterangan dari petugas Polsek Natar bahwa TKP dugaan perampokan tersebut terjadi di wilayah Gadingrejo, Pringsewu, dimungkinkan korban melaporkan ke sana. Jika korban melaporkan ke Polsek Gedongtataan tetap diterima namanya juga pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya seorang guru SDN 2 Gedongtataan bernama Purwati Ningsih (53) ditarik empat pelaku ke dalam mobil Kijang Innova lalu disekap di dalam mobil tersebut sebelum barang berharganya dirampas para pelaku.
Purwati menjelaskan peristiwa tersebut berawal saat dirinya hendak pulang ke rumah usai mengajar di SDN 2 Gedongtataan, Pesawaran. Ketika itu, korban menunggu angkutan umum menuju wilayah Gadingrejo, Pringsewu. Namun, tiba-tiba dirinya dihampiri mobil yang ditumpangi empat pria.
"Saya itu lagi menunggu angkot tiba-tiba ada mobil Innova warna silver datang mendekati saya. Lalu salah satu pelaku bilang kepada saya kalau keempat orang itu adalah teman suami saya. Tapi saya sendiri tidak mengenal mereka," kata di saat melaporkan musibah itu di Mapolsek Natar, Lampung Selatan.
Kemudian, lanjut Purwati, pelaku meminta agar dirinya masuk mobil untuk diantarkan pulang. Saat itu, korban sempat menolak karena tidak percaya atas perkataan pelaku dan tidak mengenal seluruh sosok pria tersebut. Para pelaku pun memaksa dan mengancam korban agar masuk mobil.
"Setelah di dalam mobil itu, saya diajak keliling-keliling dan di dalam mobil itu pelaku langsung mengambil cincin yang saya pakai seberat 20 gram, uang Rp500 ribu, dan satu handphone yang saya simpan di dalam tas. Setelah itu baru saya diturunkan daerah Branti, Natar, Lampung Selatan," kata dia.
Dia menambahkan seorang pelaku sempat berkata kalau mereka terpaksa melakukan hal itu karena karena membutuhkan uang sebagai ongkos pulang ke Jawa. "Dia bilang kalau mereka melakukannya dengan alasan kehabisan uang dan untuk ongkos pulang ke Jawa," ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Natar Kompol Eko Nugroho mengatakan telah menerima laporan korban pencurian dengan kekerasan (curas) tersebut. Namun, untuk menindaklanjuti laporan tersebut pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Polsek Gedongtataan.
"Ini TKP (tempat kejadian perkara)-nya di wilayah Gedongtataan, jadi kami harus berkoordinasi juga dengan pihak di sana. Kami juga sudah menyarankan agar korban melaporkan kejadian itu ke polsek di sana," urainya.