2013-01-09 10:28:00
PRINGSEWU: Seratusan Honorer Kantongi SK Palsu

PRINGSEWU (Lampost.co): Seratusan tenaga honorer lingkup Pemkab Pringsewu meradang, menyusul SK yang dikantongi dari Dinas Perhubungan setempat dinyatakan palsu.

"Saya tidak sendiri, Mas. Puluhan teman yang lain mendapatkan SK dengan imbalan yang tidak kecil. Saya sendiri sudah setor Rp30 juta dari hasil jual sawah setengah hektare," kata Medi Raharjo.

Pemegang fotokopi SK PNS palsu tersebut hanya menyebutkan SK tersebut diterima dari salah seorang pegawai Dinas Perhubungan Pringsewu. Harapan para honorer untuk bisa diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) kategori K-2 tersebut akan semakin jauh setelah Inspektorat kabupaten membentuk tim untuk menelusuri asal SK CPNSD tersebut.

Kepala Inspektorat Kabupaten Pringsewu Zulkifli mengatakan tim bentukannya akan menanyakan ke pemilik SK dan ke Dinas Perhubungan. Sebab, jika itu asli, paling tidak ada NIP dan persetujuan BKD, bukan berupa fotokopi sebagaimana yang beredar.
Menurut Zulkifli, apabila ada keterlibatan oknum pegawai di lingkungan Pemkab Pringsewu, si pelaku akan diberikan sanksi, bisa berupa tindakan administratif, hukuman ringan, sampai terberat.

Namun, kata dia, dengan mencuatnya SK CPNSD palsu di media, pihak berwajib bisa melakukan penyidikan karena sudah masuk ke ranah hukum. Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Pringsewu Suyono mengatakan segera memanggil BKD dan Dinas Perhubungan setempat.

"Kami akan mengagendakan pemanggilan BKD dan pihak terkait termasuk tenaga honorer yang mendapat SK palsu dari Kementerian sehingga bisa tahu kronologinya,” ujar Suyono.

Sebelumnya, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pringsewu menemukan dua SK pegawai negeri sipil palsu dari kementerian. SK pertama menggunakan kop Kementerian Keuangan RI bernomor SK-KEM-KEU-21-327042012-BKN-IV-2012 ini atas nama Ermawati yang ditandatangani atas nama Menteri Keuangan Setiawati.

Dalam salinan SK tersebut, Ermawati terhitung sejak 1 April 2012 diangkat menjadi CPNSD dan ditugaskan sebagai administrasi umum di Kantor Pajak Kabupaten Pringsewu.
Sementara salinan SK kedua menggunakan kop Kementerian Perhubungan RI dengan nomor SK-KEM-HUB-11175042012-BKN-IV-2012 atas nama Medi Raharjo, ditandatangani Menteri Perhubungan atas nama Agus.

Dalam SK tersebut, terhitung sejak 1 April 2012, ia diangkat menjadi CPNSD dan ditugaskan sebagai administrasi umum di Dinas Perhubungan Kabupaten Pringsewu. "Kami menemukan dua SK pegawai negeri sipil palsu dari kementerian, yaitu Kementerian Perhubungan dan Kementerian Keuangan,” ujarnya.

Penemuan SK palsu tersebut menyusul adanya pengecekan korban di KD Pringsewu dengan menunjukkan fotokopi SK. Budi menjelaskan pihaknya akan kembali memanggil pemilik SK palsu karena seharusnya ada yang tanda tangan usulan nomor NIP ke BKN. (WID/D-1)

komentar facebook