Program ASI Eksklusif Minim Dukungan Faskes, Nakes, dan Fasum

Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Cabang Lampung. Lampung Post/Triyadi Isworo

BANDAR LAMPUNG -- Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Cabang Lampung, Upi Fitriyanti, dalam rilis akhir tahun yang dekeluarkan mengatakan dukungan fasilitas kesehatan (faskes), tenaga kesehatan (nakes), dan fasilitas umum (fasum) belum optimal untuk menyukseskan program ASI Eksklusif.
"Sebanyak 71% dari klien home visit yang dilakukan AIMI Lampung selama periode tahun pertama keberadaan AIMI Lampung, mengalami kendala dalam posisi dan perlekatan menyusui. Padahal posisi dan pelekatan menyusui yang mungkin terdengar sepele justru merupakan kunci dari keberhasilan menyusui," katanya melalui relis yang diterima Lampost, Rabu (28/12/2016).
Ia mengatakan posisi menyusui akan memengaruhi kenyamanan baik ibu maupun bayi selama menyusui. Sedangkan perlekatan akan memengaruhi proses pengeluaran ASI dari payudara. Perlekatan yang baik akan membuat bayi bisa mengisap ASI secara optimal sehingga nutrisi mencukupi dan tumbuh kembangnya pun optimal.
Sebaliknya pelekatan yang tidak baik akan membuat aliran ASI tidak lancar. Bayi tidak mendapatkan ASI yang cukup, proses menyusui menjadi tidak nyaman dan lama.
"Perlekatan yang tidak baik akan menyebabkan beberapa keluhan lain yang dirasakan ibu seperti payudara bengkak dan puting lecet yang bisa menyebabkan rasa sakit saat menyusui. Rasa sakit ini bisa menyebabkan trauma baik bagi ibu maupun bayi sehingga sangat penting bagi ibu untuk belajar tentang perlekatan yang baik sebelum melahirkan," katanya.
Selain itu kesuksesan proses menyusui juga sangat dipengaruhi proses IMD (inisiasi menyusu dini) yang dilaksanakan segera setelah persalinan. Belum semua fasilitas kesehatan melaksanakan IMD pada saat membantu persalinan, kalaupun melaksanakan IMD belum melaksanakan sesuai dengan rekomendasi WHO yang harus dilaksanakan minimal 60 menit atau 1 jam dan bukan hanya untuk mencapai tujuan akhir menemukan puting ibu.
"Untuk itu perlu kiranya fasilitas kesehatan memiliki tenaga kesehatan yang komitmen dalam memberikan dukungan terhadap program ASI Eksklusif. AIMI Lampung juga berharap ke depan ada fasilitas kesehatan di Provinsi Lampung yang memiliki fasilitas klinik laktasi, sehingga AIMI Lampung dapat merekomendasikan klien ke klinik laktasi tersebut jika ada tindakan medis yang harus dilakukan sehingga dapat membantu proses menyusui berjalan lancar dan sukses," ujarnya.
Selain itu fasilitas umum juga masih minim yang memiliki sarana, prasarana dan fasilitas untuk mendukung ibu menyusui seperti ruang menyusui/pojok ASI. Berdasar pada pengamatan AIMI Lampung selama tahun 2016 belum banyak fasilitas umum yang memiliki sarana, prasarana dan fasilitas untuk ibu menyusui secara memadai (sesuai dengan standar).
Selain itu berdasar pada data home visit yang dimiliki AIMI Lampung ada 54,5% klien yang meminta bantuan kepada AIMI Lampung adalah ibu bekerja. Hal ini menunjukkan sebagian besar kendala menyusui yang dikeluhkan dialami ibu bekerja. Data ini juga menunjukkan kesadaran ibu bekerja untuk tetap memberikan ASI kepada bayinya makin meningkat.