2012-11-27 21:06:00
PT KA Terbitkan Kebijakan Reduksi Tarif

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Tingginya penumpang yang tidak memiliki karcis kereta api dengan berbagai alasan membuat PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengeluarkan kebijakan tarif reduksi mulai Sabtu (1-12) mendatang.

Reduksi diberikan untuk pembelian tiket eksekutif, bisnis, ekonomi komersil, dan ekonomi nonkomersil. Ada pun besaran reduksi bervariasi, bergantung kategori penumpang yang dibagi dalam 10 kategori.

Humas PT KAI Divisi Regional III.2 Tanjungkarang Zakaria mengatakan kebijakan pemberian reduksi bagi penumpang ini dilakukan untuk penertiban penumpang kereta. Dengan diberlakukannya kebijakan ini, penumpang akan mendapatkan potongan atau reduksi yang besarannya telah ditetapkan. Reduksi langsung diberikan ke penumpang ketika membeli tiket di loket kereta api.

"Pemberian reduksi hanya berlaku untuk pembelian tiket di loket PT KAI, sedangkan pembelian melalui online ataupun di Alfamaret dan Indomaret atau agen lainnya tidak diberikan reduksi," kata Zakaria, Selasa (27-11).

Adapun 10 kategori yang mendapatkan reduksi saat pembelian tiket kereta ini adalah anak-anak dengan usia kurang dari 3 tahun dan tidak mengambil tempat duduk mendapatkan reduksi sebesar 90%, lansia di atas 60 tahun mendapatkan reduksi 20%, veteran 50%, PWRI 20%.

Reduksi juga diberikan untuk pegawai PT KAI sebesar 50%, keluarga pegawai dan pensiunan PT KAI mendapatkan reduksi sebesar 50%, anggota Korpri 10%, TNI/Polri mendapatkan reduksi 25% untuk kereta kelas bisnis dan 50% untuk kereta kelas lainnya, wartawan mendapatkan reduksi sebesar 20% untuk bisnis dan ekonomi komersil, sedangkan kereta kelas lainnya bagi wartawan tidak mendapatkan reduksi.

PT KAI juga menerapkan tarif batas atas dan batas bawah. Penerapan yang berlaku sejak awal 2012 ini bersamaan dengan penerapan sistem boarding atau nama yang tertera pada tiket harus sesuai identitas pada KTP.

Khusus kelas ekonomi, tidak menggunakan sistem batas atas atau batas bawah. Harga tiket kelas ekonomi dari Stasiun Tanjungkarang menuju Kertapati, yakni Rp15 ribu.
Sementara kelas bisnis dikenakan tarif batas bawah Rp80 ribu dan batas atas hingga Rp150 ribu. Untuk kelas eksekutif dikenakan tarif batas bawah Rp110 ribu dan batas atas hingga Rp200 ribu per tempat duduk. (WIN/E-1)

komentar facebook