Puluhan Narkoba Baru Muncul

Aris Susanto, wartawan Lampung Post

NARKOBA, siapa yang tidak tergiur ingin mencobanya, karena selintas barang haram itu menjanjikan kenikmatan. Bagi pengedar dan bandar narkoba, berbisnis barang ilegal yang satu ini menjanjikan keuntungan berlimpah. Itu salah satu yang menggiurkan dan Indonesia ternyata merupakan lahan subur bagi pengedar narkoba.
Narkoba bisa menyentuh siapa saja, entah itu kalangan pelajar, mahasiswa, pegawai, bahkan para pejabat. Sudah banyak contoh yang kita lihat dan dengar. Namun, peredaran barang yang satu ini seakan tak pernah surut. Semakin intensif polisi melakukan razia, makin banyak pula kasus narkoba yang terungkap.
Saat ini timbul tantangan baru untuk aparat kepolisian dan pemerintah, dengan bermunculannya puluhan narkoba jenis baru yang dibuat sintetis namun efeknya sama. Ada narkoba sintetis yang diracik sedemikian rupa sehingga mirip dengan tembakau. Ada juga cairan seperti parfum yang diteteskan lalu diisap, yang merupakan bahan atau zat yang mengandung narkoba.
Puluhan jenis narkoba sintetis ini ternyata diselundupkan para mafia ke Indonesia. Sedihnya, narkoba jenis baru itu luput dari jeratan hukum Kepolisian RI.
Belum lama ini Komjen Budi Waseso, kepala BNN Pusat yang dikenal paling gencar dalam pemberantasan narkoba, menemukan narkoba jenis baru berupa tembakau yang diselundupkan dari luar negeri. Ditengarai, masih banyak jenis narkoba yang lolos masuk ke Indonesia. Betapa mengerikan!
Kepala LP Khusus Narkotika Bandar Lampung Sujonggo mengatakan berbagai upaya dilakukan para mafia narkoba untuk meracuni generasi bangsa agar kelak mudah dikuasai.
Penjajahan bangsa ini dilakukan dengan cara merusak pemikiran dan fisik para penerus bangsa. Bahkan, menurutnya, narkoba sudah merambah jajanan anak sekolah. Hal ini sangat serius dan perlu diwaspadai setiap orang tua terhadap anak anaknya.
Makanan yang mengandung narkoba bisasanya kerap dibeli oleh anak-anak sekolah, seolah mereka sudah kecanduan jajanan tersebut. Setiap hari di sekolah makanan itulah yang selalu dibelinya. Pemberantasan narkoba seharusnya dimulai dari dalam keluarga. Laporkan segera jika anggota keluarga menggunakan narkoba, sehingga kebiasaan buruk itu bisa dicegah secara dini. ***