Pulung Swandaru Isi Workshop Melukis Darmajaya

Salah satu peserta workshop melukis yang didadakan Komunitas Biroe (Kombir) IBI Darmajaya membuat sebuah lukisan di kampus setempat, Minggu (19/3/2017). Dok. LAMPUNG POST

BANDAR LAMPUNG -- Pelukis Lampung, Pulung Swandaru, berbagi ilmu tentang melukis kepada 50 peserta workshop melukis yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Komunitas Biroe (Kombir) Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya di kampus setempat, Minggu (19/3/2017).
Peserta berasal dari kalangan komunitas seni di Bandar Lampung, mahasiswa, dan umum. Pulung mengatakan untuk menghasilkan lukisan yang baik, pelukis harus memiliki konsep, ide, gagasan yang mampu dituangkan dalam sebuah karya.
Inspirasi untuk menghasilkan karya lukisan bisa berasal dari alam sekitar yang pernah pelukis lihat, ilmu yang dimiliki, dan hal yang dirasakan. Lanjutnya, dalam melukis, harus disertai dengan filosofi agar bisa membentuk karakter yang kuat dalam lukisan tersebut. Jika tidak, lukisan tersebut hanya menjadi sebuah coretan tanpa makna.
“Konsep, ide, dan gagasan dalam menghasilkan sebuah karya lukisan berasal dari pemikiran otak dan perasaan hati. Pelukis yang cerdas mampu menuangkan hal tersebut ke dalam bentuk garis, gradasi warna di atas permukaan kanvas, kertas, dinding, atau lainnya menjadi karya lukisan yang indah,” ujar Kepala Museum Lampung tahun 2007—2010 ini.
Workshop melukis tersebut merupakan salah satu rangkaian Pagelaran Biroe dengan mengusung tema No colours! No thing. Usai workshop, kegiatan dilanjutkan dengan melukis bersama. Lukisan-lukisan para peserta nantinya akan dipamerkan pada 23—25 Maret 2017 mendatang.
Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Pemasaran Darmajaya Dedi Putra menyebut kegiatan tersebut sangat positif karena menyediakan wadah bagi mahasiswa maupun masyarakat umum untuk mengembangkan minat bakat dan kemampuannya di bidang seni lukis.
Melalui kegiatan tersebut, dia berharap dapat memotivasi peserta untuk semakin aktif dan kreatif dalam berkarya. Ia juga menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat ikut melestarikan kebudayaan tradisional melalui karya lukisan. Misalnya dengan membuat lukisan yang menggambarkan alat musik tradisional, penari tradisional, tempat wisata khas daerah, dan kearifan lokal.