Pura-pura Beli Oli, Seorang Pemuda Curi Uang Bengkel di Metro

Ilustrasi/net

METRO -- CP, warga Bandarjaya, Lampung Tengah, tersangka pencurian, nyaris meregang nyawa akibat dipukuli massa, karena kedapatan mencuri dengan modus membeli oli di Bengkel Farhan Jaya Oli di Jalan Dr Sutomo, Purwosari, Metro Utara, Selasa (27/12/2016). Kini tersangka telah diserahkan ke Polsek Metro Utara dan terancam hukuman 7 tahun penjara.

Hendrik (36), pemilik bengkel Farhan Jaya Oli, mengungkapkan CP awalnya menggasak uang hasil usaha yang diletakkannya di laci meja saat bengkel sepi, kemarin siang. Namun, aksi nekat pelaku tidak berlangsung mulus. Saat tengah kabur, CP dipergoki Kristio, kakak korban, dan berpura-pura ingin membeli oli. Kendati demikian, Kristio curiga lantaran melihat kondisi laci terbuka dan uang hasil usaha kosong.

"Motor pelaku itu kondisinya hidup. Waktu kakak saya memergoki, dia sudah mau kabur. Kakak saya melihat laci sudah kosong dan melihat di kantong pelaku itu ada buku tabungan dan uang. Langsung saja kakak saya menarik pelaku," kata Hendrik.

Kristio menangkap seraya meneriaki pelaku maling. Sontak, warga yang melihat itu langsung menghadiahi pelau bogem mentah. Beruntung anggota Polsek Metro Utara yang menerima laporan berhasil mengamankan pelaku dari amuk massa.

"Namanya spontan teriak, jadi siapa saja yang melihat dan mendengar langsung datang dan mukul anak itu. Ada mobil berhenti mukul, orang datang mukul. Saya saja sampai tidak kebagian mukul. Tapi, kalau polisi terlambat datang, bisa meninggal pelaku itu," ujarnya.

Dari data yang berhasil dihimpun di lapangan, sebelum berhasil ditangkap, pelaku telah mengantongi uang korban sebanyak Rp429 ribu. Selain uang itu, buku tabungan korban pun ikut dibawa pelaku.

Kapolsek Metro Utara AKP Indriyanto mengatakan tersangka dan barang bukti berupa uang tunai korban dan sepeda motor merek Honda Vario milik tersangka telah diamankan pihaknya.
"Karena sempat dipukuli, pelaku juga sudah kami berikan pertolongan pertama ke rumah sakit. Sementara dari kronologi yang diuraikan korban, pelaku dikenakan Pasal 363 dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara," ujar dia.