Ratusan Pedagang PKOR Sampaikan Aspirasi ke Wakil Rakyat

Ratusan pedagang di PKOR mengadukan aspirasinya ke wakil rakyat terkait penertiban PKOR. (Foto:Lampost/Setiaji)

BANDAR LAMPUNG--–Senator DPD RI Andi Surya mendatangi undangan dari Forum Komunikasi Pedagang Usaha Kecil PKOR Way Halim, di PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Selasa (10/1/2017) malam.

Andi mendengarkan aspirasi dari sedikitnya 385 pedagang yang berhimpun di forum tersebut. Ketua forum, Arifin Ahmad, menyatakan, forum ini sudah memiliki izin dari Kesbanglitmas dan memiliki akte notaris.

“Sampai malam hari ini listrik yang dipasang pemiliknya sendiri dengan pembayaran sistem noken diputus. Kami di sini masyarakat ekonomi lemah, menyambung hidup dengan berjualan kecil-kecilan untuk menyekolahkan anak, dengan modal sendiri. Kami juga anti dengan kafe yang berbau esek-esek,” ungkap Arifin.
Puluhan pedagang lain juga menyampaikan aspirasinya yang meminta agar aspirasi mereka difasilitasi Andi Surya untuk berdialog dengan pihak terkait.
Menanggapi penertiban pedagang PKOR Way Halim oleh Satpol PP Provinsi Lampung, Andi menghimbau Satpol PP agar menghormati Surat Sekda Lampung terkait upaya dialog antara Pemprov dengan Pedagang yang dimediatori DPD RI agar langkah-langkah penertiban PKOR Way Halim berada dalam koridor penyelesaian yang 'win win solution' dengan asas pertimbangan kemanusiaan dan hak-hak rakyat dalam mendapatkan penghidupan.

Andi berharap baiknya Pemprov menata pedagang-pedagang ini terutama pedagang-pedagang kakilima agar tetap dapat berjualan di lokasi PKOR dengan menempati lahan yang masih kosong dan tidak mengganggu lalu lintas di dalam PKOR. Untuk warung yang terindikasi remang-remang baiknya harus segera ditertibkan.

“Alangkah baiknya jika sebagian lahan PKOR yang masih kosong dibuat lapak-lapak dagang yang tertata dan permanen yang disewakan kepada pedagang-pedagang kaki lima. Tentu saja sejauh ini pedagang masih oleh berdagang, sepanjang mematuhi pengaturan, misal tidak berdagang di badan jalan. Terkait dengan ada listrik yang dicabut tetapi sudah sesuai prosedur, kemungkinan ada miss komunikasi di lapangan. Pedagang bisa pakai genset atau penerangan alternatif lainnya,” kata Andi.

Kehadiran pedagang kecil ini justru akan menghidupkan suasana PKOR karena banyak event di PKOR terbatas dan tidak selamanya ada sehingga tidak membuat PKOR sepi dan berpotensi menjadi lokasi oknum berbuat kriminal atau mesum dan perbuatan yang merugikan lainnya. PKOR juga merupakan lokasi wisata kuliner, wisata keluarga.

Andi menghimbau Pemprov dapat bijaksana memberlakukan pedagang-pedagang di PKOR tugas pemerintah adalah untuk kesejahteraan rakyat bukan untuk membuat rakyat sulit hidup.