2013-08-14 03:14:00
Regulasi Batasi Senjata Api Nihil

JAKARTA (Lampost.Co): Perundangan yang membatasi penggunaan senjata jenis airsoft gun masih nihil. Padahal, kemiripannya dengan senjata api rentan disalahgunakan. Peraturan soal peredaran senjata jenis ini pun tengah dalam proses penyusunan.

Direktur Keamanan Negara Polri Brigjen Setyo Wasisto mengakui, belum ada aturan jelas yang bisa mencegah penyalahgunaan airsoft gun. Jika dibandingkan dengan Ameriksa Serikat, katanya, Hukum Federal mewajibkan adanya ciri berupa garis jingga (orange tip) sebagai pembeda dengan senjata api. "Airsoft gun adalah sebetulnya mainan. Orange tip di Amerika menegaskan itu," kata dia di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (13-8).

Lantaran itulah, airsoft gun tak dikategorikan dalam senjata api yang dilarang dalam UU Senjata Api Tahun 1936 dan UU Darurat No. 12 .Tahun 1951. Selain tentunya kekuatan lontaran pelurunya yang tak begitu signifikan dalam melukai orang. Jika diukur, sambungnya, daya tekannya mencapai antara 0,5 Joule hingga 1,5 Joule. Begitu pula dalam hal perizinan impor-ekspornya yang tak memiliki aturan khusus.

"Dalam Perkap (Peraturan Kapolri) No 8 Tahun 2012 Tentang Senjata Api dan Bahan Peledak ini memang tetap diatur untuk (jenis olahraga airsoft gun) tembak reaksi. Tapi setelah digunakan tidak boleh dibawa-bawa," sambung Setyo.

Karena itulah, kata Kepala Subdirektorat Senjata dan Bahan Peledak Polri AKB Kasmen, untuk mencegah penyalahgunaan jenis senapan ini dalam kasus kejahatan, Polri mengaku sedang mematangkan konsep peraturannya yang lebih konkret. "Ke depan kami akan tertibkan, yang impor enggak pakai orange tip enggak laku. Ini sedang kami godok aturannya," tambah dia.

Selain itu, regulasi tersebut akan mewajibkan penggunaan orang tip di badan senjata, serta pendataan kepemilikan airsoft gun melalui klub-klub atau kelompok hobi. "Polri mengimbau tergabung dalam komunitas air soft gun, war game, segera berkumpul membentuk organisasi dan terdaftar dan melapor ke Polri. Nanti buat regulasi bersama-sama," katanya. MI/L-2

komentar facebook