2013-03-22 11:41:00
Ribuan Nasib Pegawai Outsourcing PLN Terancam

RAJABASA (Lampost.co): Rencana PT PLN memangkas pegawai outsourcing, membuat nasib ribuan pegawai outsourcing serta keluarganya terancam pemutusan hubungan kerja (PHK). Dengan adanya sistem kerja kontrak yang ditangani pihak pihak outsourcing, para pekerja yang berharap sebagai karyawan tetap pupus.

Deputi Manager Hukum dan Humas PT PLN Distribusi Lampung Hari Nugroho, ketika dihubungi Lampost.co membenarkan, bahwa akan ada pengurangan besar-besaran pegawai outsourcing. Namun, Hari tidak bisa memastikan kapan program itu dilaksanakan, karena masih harus berkoordinasi dengan PT PLN Pusat.

“Terkait rencana kebijakan itu kami membenarkan, beberapa hari lalu ada karyawan kami yang berdemo mengenai sistem yang akan diterapkan ini. Namun kami menyambut baik aspirasi mereka,” ujar Hari.

Hari menambahkan, mereka yang berdemo itu juga harus tetap masuk di lingkungan kerjanya masing-masing, jangan sampai terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak mendukung produktifitas PT PLN.

Sementara itu, beberapa pegawai outsourcing di salah satu kantor PT PLN di kota Bandar Lampung mengatakan, pegawai outsourcing dipekerjakan dengan tidak manusiawi, lantaran tugas mereka melebihi beban kerja pegawai tetap.

"Bayangkan, kami harus menyusuri ribuan rumah dalam sehari, mencatat meteran Kwh pelanggan, dan bila gangguan pelayanan, kami harus turun ke lapangan dan standby 24 jam. Pekerjaan itu merupakan pekerjaan pokok. Dan para pegawai sering diminta kerja melebihi batas waktu tanpa upah lembur," ujar salah seorang tenaga outsourcing yang enggan ditulis namanya. (CR-5/L-4) Foto: Merdeka.com

komentar facebook