Rupiah Bertengger di Level Rp13.310/USD

Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)

Jakarta -- Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini tampak kokoh.

Prediksi analis yang menyebutkan bahwa penguatan mata uang Paman Sam itu disebabkan kenaikan cadangan devisa tampaknya cukup tepat.

Mengutip Bloomberg, Senin, 10 Januari, rupiah bertengger di level Rp13.310 per USD dibandingkan sebelumnya yang berada di Rp13.362 per USD. Rupiah sempat menguat 45 poin atau setara 0,34 persen dari perdagangan sebelumnya sebesar Rp13.362 per USD,

Adapun rentang gerak rupiah pada pagi ini berada di Rp13.306-Rp13.330 per USD dengan year to date (ytd) return yang dihasilkan rupiah sebesar -0,82 persen. Sementara itu, berdasarkan data Yahoo Finance tercatat rupiah berada di lebel Rp13.313 per USD. Rupiah terpantau menguat hingga 47 poin atau setara 0,35 persen.

"Naiknya cadangan devisa pada Desember 2016 akan menambah faktor positif untuk rupiah ke depan," ujar analis Samuel Sekuritas, Rangga Cipta, dalam analisa hariannya, di Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Dia menjelaskan, selain inflasi Januari 2017 yang diperkirakan naik, fokus masih tertuju dengan prospek keseimbangan fiskal di 2017 yang jika realisasi pendapatan tidak tercapai, maka prospek pertumbuhan ekonomi bisa terancam.

Rangga mengungkapkan, pergerakan rupiah stabil pada perdagangan Senin di tengah penguatan dolar AS di pasar Asia. Hal ini menandakan semakin mendominasinya sentimen positif.