Salju dengan Formasi Unik Ditemukan di Planet Pluto

Formasi es yang ditemukan di planet Pluto (Foto: NASA)

Toronto -- Para ilmuwan telah menemukan salju dan es dengan formasi unik di Pluto -- formasi yang sebelumnya hanya ditemukan di Pegunungan Andes, Amerika Selatan. Formasi es pegunungan tersebut dikenal sebagai "penitentes."

Penitentes -- atau nieves penitentes, bahasa Spanyol bermakna "salju berbentuk penyesalan" -- berupa menara seperti pisau salju dipadatkan atau es yang sekitarnya depresi berongga. Punggungan dan depresi itu dibentuk oleh erosi.

Di Bumi, bentukan itu hanya ditemukan di Andes berketinggian hampir 4.000 meter, di mana udara tipis dan titik embun tidak pernah di atas titik beku. Salju dan es tidak mencair, namun tersublimasi. Sewaktu depresi berongga mulai terbentuk, pembalikan positif pun terbentuk.

Radiasi terkonsentrasi ke bawah dan tercermin di antara dinding menara. Sirkulasi udara berkurang, menurunkan titik embun, mendorong lebih kuat sublimasi, dan akhirnya mencair.

Analisis gambar Pluto ditangkap oleh pesawat ruang angkasa New Horizons menunjukkan satu susunan yang sama dengan keadaan yang telah menghasilkan penitentes di planet kerdil ini. Di Pluto, menara-menara itu setinggi lebih dari 488 meter dan dipisahkan sekitar 5 kilometer.

"Ukuran raksasa ini diprediksi oleh teori yang sama, yang menjelaskan pembentukan fitur ini di Bumi," kata John Moores, profesor ilmu planet di York University, dalam sebuah rilis berita.

"Faktanya, kami mampu menyesuaikan ukuran dan pemisahan, arah pegunungan, serta usia formasi. Tiga bukti yang mendukung identifikasi kami mengenai pegunungan ini sebagai penitentes," sambungnya seperti dilansir UPI, Rabu (4/1/2017).

Moores dan para sejawatnya membagikan penemuan mereka di jurnal Nature. Para penulis jurnal itu menyiratkan bahwa tata surya bisa jadi adalah lokasi keragaman penitentes yang belum ditemukan.

"Perbedaan luar biasa di lingkungan menimbulkan fitur dengan skala yang sangat berbeda," tambahnya.

"Tes ini model pembumian kami untuk penitentes yang menunjukkan bahwa kita dapat menemukan fitur ini di tempat lain di tata surya, dan sistem tata surya lain, di mana kondisinya serupa," pungkas Moores.