Satu Orang Tewas Tersambar Petir, Ratusan Rumah Porak-Poranda akibat Angin Kencang di Tubaba

Rumah milik Sriyono di Tiyuh Murni Jaya RK 1 RT 3 yang rusak tertimpa pohon tumbang, belum diperbaiki hingga Selasa (14/3/2017). (Foto : Lampost/Ahmad Sobirin)

PANARAGAN--Satu orang tewas diduga tersambar petir dan puluhan rumah porak-poranda diterjang angin kencang di Tulangbawang Barat (Tubaba), Senin (14/3/2017). Cuaca buruk yang melanda dua kecamatan di Tubaba, menyisakan duka mendalam bagi keluarga Sajikan (65) warga Tiyuh Margo Dadi, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tubaba. Sang istri, Sumigiati (62) bin Wiryawijaya, diduga tewas tersambar petir sepulang dari sawah.

Keterangan yang dihimpun Lampost.co, nenek sembilan anak itu ditemukan pertama kali oleh anak bungsunya bernama Reza Aisyah (19) dalam kondisi tergeletak di jalan bebatuan tidak jauh dari rumahnya.

"Saat ditemukan terdapat luka memar membiru di kedua tangan, kemungkinan karena jatuh. Saat itu hujan deras disertai angin kencang," kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB setempat, Thiodorra, kepada Lampost, Selasa (14/3/2017).

Hingga jasad korban dikebumikan pada hari ini pukul 10.39 di pemakaman umum tiyuh setempat, penyebab tewasnya korban masih simpang siur. Sementara, korban diduga tewas tersambar petir karena saat itu hujan disertai kilat halilintar.

"Keterangan keluarga, kaki ibu Sumi dipasang pen karena patah tulang. Kemungkinan pen itulah yang menarik ion magnet dari kilatan petir saat menyambar," ujar Kepala Tiyuh Margo Dadi, Sadirman.

Selain korban tewas, ratusan rumah rusak ringan hingga berat di Tiyuh Margo Dadi dan Margo Mulyo. Sejumlah rumah rusak tertimpa pohon tumbang.

"Ini baru data dua tiyuh, belum termasuk dari Kecamatan Tulangbawang Tengah yang juga terdampak cuaca buruk," kata petugas BNPDB setempat, Abdurrahman. Selain rumah warga, angin juga merusak gedung SDN 3 Margo Dadi.