Sebuah Sawmill di Karyapenggawa Nyaris Ludes Terbakar

ilustrasi kebakaran. dok. lampost.co

KRUI -- Sebuah pabrik pemotongan kayu/sumil yang berada di Pekon Waysindi, Kecamatan Karyapenggawa, Kabupaten Pesisir Barat, nyaris terbakar pada Selasa (10/1/2017), sekitar pukul 15.00.
Pasalnya, tanpa sebab yang pasti, tumpukan limbah hasil pemotongan kayu yang berada persis di belakang pabrik tersebut terbakar dan nyaris melahap penggergajian kayu itu.
Deni, salah seorang karyawan penggergajian kayu tersebut, mengatakan pihaknya tidak mengetahui asal dari api yang membakar tumpukan imbah kayu tersebut karena tiba-tiba saja terbakar.
“Saya saat kejadian sedang berada di kebun dan ditelepon karena limbah di belakang pabrik ini terbakar, tapi saat saya tanya tidak ada yang tahu asal api yang membakar limbah kayu tersebut,” ujarnya di lokasi, Selasa (10/1/2016), sekitar pukul 16.30 WIB.
Namun pihaknya menduga kebakaran limbah kayu yang sempat membesar itu terjadi karena ada karyawan yang membuang puntung rokok. Kuatnya angin dan puntung rokok jatuhnya di tumpukan kayu, sehingga api cepat membesar.
“Kalau dugaan kami sepertinya dari puntung rokok, tapi untuk jelasnya kami tidak tahu dan itu hanya dugaan, apalagi angin berembus kencang dan yang terbakar adalah kayu sehingga api sangat cepat membesar,” lanjutnya.
Mengetahui kejadian tersebut, pihaknya langsung menghubungi tim pemadam kebakaran yang memang bersiaga di Kecamatan Karyapenggawa untuk segera mengendalikan api, agar tidak merembet ke bangunan pabrik.
“Kami langsung menghubungi tim pemadam kebakaran untuk mengendalikan api agar tidak merembet ke bangunan pabrik. Apabila sampai terkena pabrik tentu nyala api akan semakin besar lantaran isi pabrik itu adalah kayu,” jelasnya.
Dari kejadian tersebut tidak ada kerugian yang ditimbulkan kebakaran karena api hanya melahap limbah hasil pemotongan kayu. “Beruntung hanya limbah yang terbakar, sehingga tidak ada kerugian akibat kebakaran itu,” kata dia.
Sementara itu, Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pesisir Barat, M. Nursin Candra, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian mengatakan pihaknya belum mengetahui penyebab terbakarnya limbah pemotongan kayu itu.
“Kami belum tahu kenapa, karena tim pemadam kebakaran langsung dihubungi warga, dan kami langsung bergegas ke lokasi. Kami menurunkan dua mobil damkar yang biasa siaga di Kecamatan Pesisir Tengah dan Karyapenggawa,” ungkapnya.
Beruntung pihaknya bisa mengendalikan api tersebut, sehingga tidak menjalar ke bangunan pabrik yang berisi kayu. “Beruntung dengan menurunkan dua unit mobil damkar itu api bisa kita padamkan meskipun kedua mobil itu harus kembali mengisi tangki untuk kedua kalinya, dan sekitar pukul 16.30 api sudah bisa kami padamkan,” ujar Nursin.