Sejumput Asa di Balik Putaran Gerobak Udin

Warga Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Udin (46), meracik bubur kacang hijau yang dijualnya di tepi Jalinsum Desa Kedaton, Jumat (3/3/2017). Udin setiap hari berkeliling berjualan bubur kacang hijau di sekitaran Kota Kalianda untuk menga

LELAKI berpeci itu perlahan mendorong gerobak berwana biru di jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan. Sesekali salah satu tangannya mengetuk-ngetuk mangkuk untuk menarik minat pembeli.
Siang itu, Jumat (3/3/2017), sekitar pukul 13.30, terik matahari enggan menampakkan diri. Rintikan hujan dan deru hembusan angin tak lagi dipedulikan pria itu demi mengais rezeki. Kedua kakinya pun terus melangkah bersama putaran roda gerobak.
Begitu dipanggil, pria itu lekas menghampiri bersama gerobak kesayangannya itu. Lelaki berkaus abu-abu itu bernama Udin. Ia setiap hari berkeliling menjajakan bubur kacang hijau sekitar Kota Kalianda. Profesi itu telah dilakoninya sekitar satu dekade.
Lantaran tak punya pekerjaan yang tetap, pria yang kini menginjak usia 46 tahun itu terpaksa mengais rezeki dari jualan bubur kacang hijaunya. Meski demikian, warga Desa Kedaton itu tak terus mencari nafkah demi ketiga anaknya.
"Ya, enggak ada lagi pekerjaan yang tetap. Terpaksa saya berjualan bubur kacang hijau berkeliling dengan gerobak seperti ini. Kalau musim kemarau saya berjualan es keliling. Ini kebetuan sedang musim hujan," kata dia.
Berkat berjualan bubur yang dibanderol seharga Rp5.000 per mangkok itu, Udin mampu mengumpulkan keuntungan sebesar Rp200 ribu—Rp250 ribu per hari. Kebutuhan sehari-hari dan biaya anak sekolah bergantung dengan hasil penjualannya itu.
"Alhamdulillah, setiap hari dagangan saya habis. Ya, ada kalanya jualan saya tidak habis. Tapi, penghasilannya cukup memunuhi kebutuhan. Bahkan, biaya sekolah anak dari jualan bubur kacang hijau ini," kata dia.
Dari jualannya itu, Udin berharap hasil dari berkeliling jualan bubur kacang hijau ini bisa menyelesaikan semua jenjang pendidikan anaknya. Bahkan, ia ingin menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi.
"Ya, mudah-mudahan saya bisa menyekolahkan anak hingga kuliah. Doakan saja saya sehat selalu agar keinginan saya dapat tercapai," ujar dia.