2012-12-17 12:28:00
Sekilas tentang Kinky Sex

SEJUMLAH orang barangkali akan langsung mengernyitkan wajah ketika mendengar istilah kinky sex, yang tampak merujuk pada praktek seksual di mana rasa sakit, kenikmatan, dan perasaan bersalah berbaur menjadi satu.

Menurut ahli seksologi, saat ini semakin banyak pasangan yang mencari sesuatu yang lebih dalam kehidupan seksual mereka, dan ketertarikan terhadap sado-masochism kian meningkat.

Sepanjang sejarah, fenomena kinky sex muncul dalam berbagai mitos, literatur, sampai ilmu antropologi. Berdasarkan legenda, Catherine the Great dipercaya memiliki hubungan ''spesial'' dengan kudanya. Sedangkan menurut penelitian Robert Dunlap, seorang terapis seks sekaligus pembuat film dari California, di sejumlah kebudayaan Afrika, kaum perempuannya membantu ''menuntun'' bocah laki-laki menuju kedewasaan.

Terlepas dari berbagai nada mencemooh dan perasaan jijik yang diperlihatkan sejumlah orang terhadap fenomena ini--karena dianggap tabu dan berada di luar batas kewajaran--kinky sex agaknya justru kian populer. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya buku, film, serta situs internet yang mengupas masalah tersebut.

What is kinky?
Bermacam-macam fantasi dilontarkan orang tentang hal apa saja yang dikategorikan kinky, mulai dari dominatrix, bondage, sampai flogging. Di dalam film berjudul Beyond Vanilla (2001), Dunlap mewawancarai beberapa orang yang mengungkapkan fantasi untuk bercinta di kursi belakang taksi, meneteskan lilin ke atas testis, bercinta dengan mengenakan borgol dan penutup mata, berhubungan intim secara paksa, dan lain sebagainya.

Lantas, sebatas apakah kinky sex tersebut masih dapat dikatakan normal?

Menurut para seksologis yang mempelajari batas-batas terluar kejiwaan manusia, sesuatu yang abnormal itu belum tentu tidak benar-benar natural. Alfred Kinsley, seorang pionir yang meneliti masalah seksualitas pada 1940 sampai 1950-an pernah berkata, satu-satunya tindakan seksual yang tidak alami adalah yang tidak mampu dilakukan seseorang.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menciptakan arena yang aman untuk bereksperimen dalam seks. Setiap pasangan harus memiliki perjanjian khusus untuk membuat keduanya merasa sama-sama nyaman melakukan aktivitas tersebut. Misalnya, dengan membuat permainan seks menjadi lebih fun dan tidak terkesan menyeramkan.

(MI/L-4) Foto: handbag.com

komentar facebook